Nusa Dua, Bali (ANTARA) - Kongres Pemasyarakatan Dunia terkait masa percobaan dan pembebasan bersyarat (WCPP) ke-7 di Bali merumuskan pola pembinaan warga binaan yang ideal dengan menekankan keadilan lebih cerdas, pemulihan, dan harmoni sosial.
“Hasil (perumusan) merupakan rekomendasi dan menjadi acuan bagi pola pembinaan warga binaan pemasyarakatan di seluruh dunia,” kata Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto di sela pembukaan WCPP ke-7 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.
Menurut dia, sistem hukuman saat ini sudah mulai bergeser dari pemenjaraan menjadi upaya pemulihan.
Menteri Imipas menjelaskan upaya pendekatan pemasyarakatan kini diarahkan agar tidak kaku, menjadi lebih cerdas dengan berbasis data dan bukti ilmiah.
Sehingga, lanjut dia, sistem pemasyarakatan tidak hanya fokus pada sel penjara, namun mempertimbangkan upaya alternatif yang efisien termasuk dalam hal anggaran, tanpa mengurangi esensi nilai keadilan.
Konsep kedua adalah pemulihan yaitu hukum tidak lagi sebagai instrumen pembalasan tapi menjadi sarana reintegrasi sosial, baik terhadap pelaku, korban dan masyarakat.
Kemudian ketiga, terkait harmoni sosial dengan memutus mata rantai residivis melalui pendampingan, pembinaan dan pengawasan oleh Badan Pemasyarakatan (Bapas).
Dalam pertemuan World Congress on Probation and Parole (WCPP) itu, imbuh dia, lebih dari 400 delegasi dari 40 negara saling berbagi pengalaman terkait pola pembinaan warga binaan.
Indonesia, ujar Menteri Imipas juga membagikan model pemasyarakatan di tanah air yang menekankan pemberdayaan kepada warga binaan sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat.
“Pola yang kami lakukan berbeda dengan negara lain. Namun kami akan saling bertukar pengalaman, nanti yang paling ideal yang mana, apa cocok diterapkan di negara kita, apa mereka cocok dengan pola pembinaan kami,” imbuhnya.
Dalam kongres tersebut, sebanyak 33 provinsi di Indonesia menampilkan hasil karya warga binaan dalam pameran berupa kerajinan, fesyen dan usaha mikro.
Selain itu, persiapan berupa dekorasi hingga hiburan berupa musik dan tari kontemporer yang seluruhnya dilaksanakan dan dibawakan oleh warga binaan dari Bali sebagai salah satu contoh pemberdayaan warga binaan yang ditampilkan kepada delegasi pemasyarakatan dunia.
Baca juga: Menteri Imipas tegaskan komitmen berantas narkotika di lapas dan rutan
Baca juga: Kemenimipas hadirkan pemeriksaan kesehatan gratis di Cibinong
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































