Kemenhut translokasi tiga orang utan Kalbar mitigasi dampak kemarau

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan pemindahan atau translokasi tiga individu orang utan kalimanatan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat sebagai bentuk mitigasi dan perlindungan dari dampak puncak musim kemarau.

Dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Kemenhut Murlan Dameria Pane menjelaskan tim gabungan melangsungkan aksi penyelamatan tiga individu orang utan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, pada Jumat (21/8).

"Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," ujar Murlan.

Dia mengatakan tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan translokasi terhadap orang satu induk betina bernama Mamak Yuni, satu anak jantan bernama Pura dan satu individu orang utan remaja betina Yuni.

Langkah itu dilakukan karena pergerakan satwa menuju area sekitar pemukiman dan perkebunan warga terjadi akibat dinamika kondisi alam musim kemarau di sekitar koridor habitatnya. Untuk mengantisipasi potensi interaksi negatif serta memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, BKSDA Kalbar mengambil tindakan preventif dengan memindahkan orang utan ke area konservasi yang jauh lebih aman.

Sebelum dilakukan translokasi, tim dokter hewan YIARI melangsungkan pemeriksaan medis secara menyeluruh di lokasi. Hasil pemeriksaan menyatakan ketiga orang utan berada dalam kondisi sehat, memiliki sifat liar yang alami, dan sangat siap untuk kembali hidup bebas di kawasan konservasi.

Pada Jumat malam (21/8), setelah menempuh perjalanan terpadu melalui jalur darat dan sungai, ketiga orang utan itu berhasil dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Selain di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, terkait ditemukannya satu individu orang utan yang melintas di sekitar perkebunan warga.

Petugas BKSDA Kalbar segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi spasial serta memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. Petugas mengapresiasi keaktifan masyarakat yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Kemenhut terus mengimbau masyarakat mengedepankan koordinasi serta pelaporan berkala melalui call center BKSDA setempat apabila menemukan satwa liar yang melintas di sekitar lingkungan permukiman, demi menjaga keselamatan warga sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca juga: Dua regu diterjunkan untuk evakuasi pendaki Semeru akibat karhutIa

Baca juga: Menhut instruksikan patroli cegah karhutla di habitat orangutan Kaltim

Baca juga: COP: Tiga orangutan Kalimantan baru dilepas terpantau aktif

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |