Jembatan Gantung Mandala Kasih pangkas waktu tempuh warga di Garut

1 week ago 10

Jakarta (ANTARA) - Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memangkas signifikan waktu tempuh warga, termasuk pelajar, dalam beraktivitas sehari-hari.

Seorang siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih, Sinta mengatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut membuat perjalanan antarkampung yang sebelumnya harus memutar hingga sekitar satu jam kini dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar lima menit.

Sebagaimana keterangan Tim Media Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu, Sinta berharap ke depan jembatan ini bisa awet sehingga bisa terus dipakai untuk keperluan warga sehari-hari.

Hal serupa juga disampaikan Aisya Albi Kamila, siswa kelas VI SDN 4 Mandala Kasih, yang mengaku senang dengan keberadaan jembatan sepanjang 80 meter dan lebar 1,2 meter itu.

"Kalau main itu harus muter ke jalan raya, sekarang setelah ada jembatan ini jadi bisa nyeberang,” katanya.

Baca juga: Jembatan gantung Cisurupan permudah akses siswa sekolah di Garut

Soni Irmawan, warga Punaga Jolok, membenarkan jika waktu tempuh bisa sangat terpangkas dengan keberadaan jembatan gantung ini. Kegiatan seperti berdagang, bertani, hingga nelayan pun dipermudah dengan keberadaan jembatan ini.

“Sangat krusial. Jembatan gantung ini sangat bermanfaat untuk mengangkut beras hingga pakan ternak,” kata dia.

Dia juga senang karena material jembatan ini lebih kokoh. Sebelumnya, jembatan serupa pernah dibangun, tetapi dengan material yang ringkih.

"Kalau dulu slingnya dua, sekarang enam, dan slingnya tambah besar. Mudah-mudahan bisa awet,” kata Soni.

Baca juga: Jembatan Gantung selamatkan anak-anak dari arus sungai Cipalebuh Garut

Soni berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membuat jembatan gantung itu. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak telah membangun jembatan gantung ini,” kata dia.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |