Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan program seperti Balik ke Desa untuk pemerataan ekonomi dan kemajuan pembangunan desa.
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan pemda dapat mengembangkan zona ekonomi desa berbasis potensi lokal, seperti pertanian presisi, perikanan terpadu, ekowisata dan ekonomi kreatif.
"Program seperti return migration atau Balik ke Desa itu bisa dilakukan dengan memberikan insentif modal usaha bagi pemudik yang kembali ke desa, sehingga mendorong mereka menetap dan membangun usaha lokal," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Ia juga mengemukakan pentingnya pemda berinisiatif memberikan insentif fiskal dan kemudahan perizinan bagi investor yang membuka lapangan kerja di desa, karena akan memperkuat basis ekonomi lokal, sekaligus mengintegrasikan desa dalam rantai pasok industri nasional.
Baca juga: Kemendukbangga: Arus balik terpusat di kota hambat bonus demografi
Selain itu sertifikasi dan vokasi tenaga kerja desa harus diperluas. Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas dengan kurikulum berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi solusi, ditambah skema sertifikasi gratis bagi lulusan SMA/SMK di desa. Kolaborasi dengan dunia usaha dan industri juga penting untuk membuka jalur magang dan penempatan kerja di wilayah asal.
"Dengan begitu, generasi muda desa tidak merasa tertinggal dalam kompetensi. Reformasi struktur pekerjaan informal juga mendesak. Program transformasi UMKM menjadi usaha formal melalui digitalisasi, akses pembiayaan, dan pelatihan manajemen akan memperkuat daya saing desa," ujar Bonivasius.
Ia menambahkan perlindungan sosial bagi pekerja informal, termasuk jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan harus diperluas. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat menjadi lembaga ekonomi rakyat yang menyerap tenaga kerja lokal secara lebih berkelanjutan.
Baca juga: BKKBN dorong akses pekerjaan dari mana saja untuk pembangunan merata
"Peningkatan kapasitas fiskal di tingkat desa juga menjadi kunci penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui penguatan Dana Desa dan perluasan basis pajak lokal, desa-desa memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan," tuturnya.
Menurutnya, arus balik yang lebih besar dibandingkan arus mudik menjadi alarm bagi kebijakan kependudukan. Bonus demografi hanya akan optimal bila desa menjadi pusat pertumbuhan baru, bukan sekadar daerah asal tenaga kerja. Melalui kebijakan yang berorientasi pada pemerataan, pemudik tidak perlu lagi membawa saudara ke kota.
"Sebaliknya, mereka bisa kembali dengan peluang membangun ekonomi lokal. Inilah jalan agar bonus demografi tidak terjebak di jalan kota, tetapi tumbuh subur di tanah kelahiran," ucap Bonivasius.
Baca juga: Migrasi penduduk pascamudik tinggi, pemerataan ekonomi jadi kunci
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































