Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026 tidak berdampak pada kualitas layanan publik, baik layanan di tempat maupun layanan digital, termasuk aplikasi iPusnas yang terus diperkuat.
Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso mengatakan, pihaknya berkomitmen tetap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat untuk merespons isu efisiensi energi yang berkembang di masyarakat dalam menghadapi krisis global.
"Efisiensi anggaran yang terjadi pada tahun 2026 tidak mengurangi komitmen Perpusnas dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Layanan publik tetap berjalan optimal, baik secara langsung maupun digital," ujar Joko di Jakarta, Senin.
Perpusnas mencatat pagu anggaran tahun 2026 sebesar sekitar Rp377,9 miliar, yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian Perpusnas memastikan bahwa layanan inti tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan anggaran.
Layanan kunjungan di tempat tetap berjalan normal dengan rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 2.500 orang dan meningkat hingga 3.000 pengunjung pada akhir pekan. Sementara itu layanan digital tetap dapat diakses masyarakat secara luas tanpa pembatasan.
Baca juga: Perpusnas laporkan realisasi anggaran tahun 2025 capai 98 persen
"Layanan perpustakaan sebagai layanan publik tidak boleh terganggu. Oleh karena itu kami memastikan operasional tetap berjalan, termasuk jam layanan hingga malam hari serta layanan akhir pekan, yang menunjukkan komitmen Perpusnas dalam menjaga akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat," ucap Joko.
Dalam menyikapi penurunan anggaran, Perpusnas melakukan penyesuaian dengan mengatur kembali prioritas program. Kegiatan yang bersifat non-prioritas dan seremonial dikurangi atau dijadwal ulang, sementara program yang berdampak langsung kepada masyarakat tetap dilaksanakan.
Program yang bersifat ekspansi, seperti bantuan buku ke desa dan penguatan perpustakaan komunitas untuk sementara ditunda hingga kondisi anggaran memungkinkan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Penyesuaian yang dilakukan bukan penghentian layanan, melainkan penguatan fokus pada program yang memberikan manfaat langsung dan luas bagi masyarakat," kata Joko.
Baca juga: Perpusnas paparkan prioritas program di tengah efisiensi anggaran
Terkait layanan iPusnas yang sempat mengalami penyesuaian, Perpusnas menegaskan hal tersebut tidak berkaitan dengan efisiensi anggaran, tetapi bagian dari upaya penguatan sistem layanan digital secara menyeluruh untuk memastikan stabilitas dan keandalan layanan dalam jangka panjang.
“Perbaikan iPusnas dilakukan secara komprehensif untuk memastikan layanan yang lebih aman, stabil, dan berkelanjutan ke depan. Hal ini tidak terkait dengan kebijakan efisiensi anggaran," tuturnya.
Perpusnas memastikan berbagai layanan digital tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat secara optimal, antara lain iPusnas, e-Resources, Indonesia OneSearch, dan BintangPusnas Edu. Layanan tersebut tetap menjadi bagian penting dalam mendukung akses informasi secara luas.
Meskipun terdapat penyesuaian pada pengadaan koleksi baru, akses terhadap koleksi digital dan jurnal ilmiah tetap terjamin. Hal ini menunjukkan bahwa layanan berbasis pengetahuan tetap menjadi prioritas utama.
"Penyesuaian anggaran justru mendorong Perpusnas untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan kualitas layanan berbasis digital," kata Joko.
Baca juga: Perpusnas optimalkan anggaran Rp441 miliar untuk tingkatkan literasi
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































