Jakarta (ANTARA) - Gabungan Pelaku Usaha Peternak Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) memastikan pasokan sapi nasional tetap terjaga meski terdapat dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi biaya logistik.
Direktur Eksekutif Gapuspindo Djoni Liano mengatakan hingga saat ini dampak kondisi geopolitik global terhadap pasokan dan harga daging sapi di dalam negeri belum dirasakan secara signifikan.
“Belum. Kita belum rasakan langsung. Belum kelihatan ujungnya,” kata Djoni di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan Indonesia selama ini masih mengandalkan impor sapi dari sejumlah negara, terutama Australia, sehingga perubahan kondisi global berpotensi mempengaruhi biaya distribusi dalam jangka menengah dan panjang.
“Pengaruh itu ada, terutama ke logistik yang menjadi lebih mahal,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan kondisi tersebut belum berdampak langsung terhadap ketersediaan pasokan di pasar domestik.
Menurut dia, pemerintah dan pelaku usaha tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan agar distribusi daging sapi tetap berjalan.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (PIHPS) pada Senin, rata-rata harga daging sapi tercatat mengalami penurunan, dengan daging sapi kualitas 1 berada di level Rp148.450 per kilogram (kg) atau turun 1,43 persen dan daging sapi kualitas 2 berada di Rp139.950 per kg atau turun 1,55 persen dibandingkan satu hari sebelumnya.
Djoni menambahkan potensi perubahan permintaan dari negara lain memang dapat mempengaruhi pasokan sapi global, namun mekanisme pasar saat ini masih berjalan dan kebutuhan dalam negeri tetap dapat dipenuhi.
“Kalau negara lain meningkatkan impor, kita bisa terdampak dari sisi harga atau pasokan, tapi sejauh ini masih terkendali,” ungkapnya.
Ia juga menilai faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga di dalam negeri tetap berasal dari daya beli masyarakat.
“Semua komoditas itu tergantung daya beli. Kalau daya beli kuat, pasar akan tetap bergerak,” tutur Djoni.
Sementara itu, pemerintah memastikan ketersediaan pangan termasuk daging sapi nasional dalam kondisi aman saat periode permintaan tinggi pada Lebaran 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat ketersediaan daging ruminansia nasional hingga 18 Maret 2026 mencapai sekitar 226 ribu ton atau sekitar tiga kali lipat dari kebutuhan bulanan yang diperkirakan sekitar 65,8 ribu ton.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya juga menyampaikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global, antara lain karena sumber pasokan tidak bergantung pada satu kawasan.
Gapuspindo berharap koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat agar pasokan tetap stabil dan ketersediaan daging sapi dapat terus terpenuhi.
Baca juga: Gapuspindo: Impor sapi masih diperlukan kembangkan produksi nasional
Baca juga: Impor sapi hidup beri nilai tambah bagi ekonomi
Baca juga: Gapuspindo: Rencana impor 400 ribu sapi penting cegah defisit daging
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































