Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya yang diterima di Jakarta itu menyatakan banjir menggenangi wilayah yang meliputi Kelurahan Tapian Nauli II di Kecamatan Tapian Nauli, dan Kelurahan Pondok Batu dan Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB
mengkonfirmasi berdasarkan laporan dari tim kaji cepat bahwa tinggi muka air yang merendam ratusan unit rumah warga tercatat berkisar antara 10 - 20 centimeter karena hujan deras sejak Sabtu (28/3) petang.
"BPBD Tapanuli Tengah bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat untuk penanganan darurat," kata Abdul.
Baca juga: BNPB pastikan kebutuhan dasar korban banjir Pasuruan terpenuhi optimal
Abdul menambahkan bahwa genangan banjir sudah mulai surut namun sampai saat ini tim petugas gabungan masih bersiaga di lokasi mengawal warga yang sebelumnya dievakuasi kembali ke rumah masing-masing.
"Yang dilaporkan Minggu (29/3) air sudah surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing masing," ungkapnya.
Menyikapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana susulan.
Abdul mengingatkan, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.
Baca juga: BNPB: Dalam tiga bulan, 2.713 hektare lahan di Riau terbakar
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































