Jabar perkuat ekonomi daerah melalui pengembangan berbasis budaya

4 hours ago 5

Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menegaskan arah penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan berbasis budaya sebagai bagian dari strategi menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di Sumedang, Selasa, menyampaikan bahwa ekonomi kreatif dan budaya menjadi bagian penting untuk terus diperkuat melalui berbagai instrumen kebijakan.

“Ekonomi berbasis budaya menjadi fondasi penting. Filosofi budaya lokal menjadi bagian penting dalam arah pembangunan, di mana ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa filosofi budaya lokal tersebut menjadi dasar dalam mengarahkan pembangunan ekonomi agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Baca juga: KDM: Pemprov Jabar gelar nobar Piala Dunia 2026 mulai semifinal

Ia menyebut sejumlah wilayah di Jawa Barat memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi berbasis budaya, termasuk Kabupaten Sumedang yang memiliki kekuatan pada sektor ekonomi kreatif dan kearifan lokal.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga beberapa waktu terakhir menggelar kirab budaya sebagai salah satu langkah konkret pelestarian dan revitalisasi budaya untuk menghidupkan kembali sejumlah objek dan ruang budaya di daerah.

Hal tersebut menjadi penting mengingat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat saat ini berada pada kisaran 5,7 hingga 5,79 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sekitar 5,61 persen.

“Ke depan, Jawa Barat menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih ambisius di kisaran 5,7 hingga 6 persen melalui konsolidasi integrasi ekonomi kreatif dan budaya dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca juga: Disbudpar catat Kabupaten Cirebon miliki 15 WBTb tingkat Jabar

Dari sisi stabilitas harga, ia menyebut inflasi yang terjaga di kisaran 2 hingga 3 persen dinilai penting dalam mempertahankan daya beli masyarakat dengan konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 50 persen yang menjadi penopang utama pertumbuhan.

Upaya penguatan konsolidasi ekonomi berbasis budaya tersebut diharapkan dapat menjadi kerangka pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan pelestarian nilai lokal.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |