Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, per 2026 pihaknya mengintegrasikan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan imunisasi anak sekolah menjadi satu program sebagai upaya memperluas cakupan imunisasi.
Budi mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa angka imunisasi anak sekolah 2026 masih menunggu tahun ajaran baru. Namun di tahun 2025 tercatat ada penurunan angka imunisasi di kelompok anak usia sekolah.
"Kenapa itu terjadi? Karena tahun lalu kita juga melaksanakan Cek Kesehatan Gratis di anak sekolah. Sehingga terjadi sumber daya manusia dan kegiatannya jadi bentrok. Karena merupakan dua kegiatan yang berbeda, sehingga resourcesnya atau sumber dayanya tidak termanfaatkan secara maksimal," katanya.
Dia menyebutkan bahwa penggabungan kedua program ini agar tidak ada perbedaan waktu, perbedaan sumber daya untuk melakukan cek kesehatan, layanan kesehatan di sekolah-sekolah, utamanya pada saat tahun ajaran baru.
Baca juga: KSP tinjau CKG pelajar di Penjaringan Jakarta Utara
Dia menambahkan, pihaknya juga akan menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di bulan November.
"Kita akan mengejar untuk difteri dan tetanus," katanya.
Budi berharap bahwa dengan integrasi ini edukasi mengenai jadwal imunisasi rutin dapat dikomunikasikan ke publik.
Dalam rapat bersama DPR RI, Budi juga menjelaskan terkait capaian imunisasi nasional. Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan empat momentum nasional guna meningkatkan cakupan imunisasi.
Baca juga: Prabowo perluas CKG dan perkuat penanganan TBC nasional
"Yang pertama sudah kita lakukan di bulan April yaitu Pekan Imunisasi Dunia, 130 ribu anak dan 17 ribu dewasa itu terlayani," katanya.
Pada Juli, katanya, ada Pekan Hari Anak Nasional. Pihaknya akan mengadakan program imunisasi tambahan ini dengan targetnya lebih besar, yaitu anak-anak sebanyak 240 ribu dan dewasa 80 ribu.
"Kita juga akan kaitkan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, kita akan lakukan juga program imunisasi tambahan dan di Hari Kesehatan Nasional di bulan November," katanya.
Budi menjelaskan bahwa program imunisasi nasional kini mencakup 14 antigen, dengan tiga tambahan terbaru yakni PCV, HPV, dan rotavirus.
Baca juga: Wamendagri Akhmad dorong CKG jangkau perbatasan Papua
Baca juga: Wamenkes tegaskan imunisasi tidak haram sesuai pendapat ulama
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































