Jakarta (ANTARA) – Meningkatnya ancaman siber di Indonesia mendorong perusahaan untuk memperkuat sistem keamanan digital sekaligus memenuhi tuntutan kepatuhan dan audit. PT Sysware Indonesia, distributor resmi Bitdefender di Indonesia dan Timor Leste, menawarkan layanan Managed Detection and Response (MDR) yang diklaim mampu membantu perusahaan meningkatkan ketahanan siber sekaligus memenuhi berbagai standar audit internasional.
Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia menghadapi miliaran serangan siber setiap tahun. Sepanjang 2025 tercatat sekitar 5,5 miliar serangan siber, sementara pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026 jumlah serangan mencapai 1,52 miliar.
Kondisi tersebut menempatkan sektor-sektor strategis, termasuk perbankan dan jasa keuangan, pada risiko yang semakin tinggi. Berbagai insiden keamanan digital, mulai dari upaya pembobolan rekening hingga dugaan kebocoran data, menunjukkan pentingnya kemampuan deteksi dan respons ancaman yang beroperasi selama 24 jam.
President Director PT Sysware Indonesia, Tonny Lim, mengatakan layanan MDR menjadi solusi yang relevan di tengah keterbatasan sumber daya keamanan siber yang masih dihadapi banyak perusahaan di Indonesia.
“Kami tidak menjual produk keamanan, tetapi membangun ketahanan bisnis. Solusi MDR melalui ekosistem Bitdefender GravityZone memberikan kepastian operasional dengan dukungan tim analis keamanan yang bekerja 24 jam sehari serta membantu memastikan setiap lapisan pertahanan selaras dengan standar audit internasional,” ujarnya.
PT Sysware Indonesia berdiri sejak 2007 dan dipercaya menjadi Country Partner resmi Bitdefender sejak 2016. Pada 2025, perusahaan bertransformasi menjadi distributor yang mendukung jaringan mitra melalui skema layanan berlapis guna memperluas jangkauan implementasi keamanan siber di berbagai sektor industri.
Menurut Sysware, salah satu tantangan terbesar perusahaan saat ini adalah keterbatasan tenaga ahli keamanan siber. Indonesia diperkirakan membutuhkan sedikitnya 100 ribu profesional keamanan siber, sementara ketersediaan talenta masih belum mencukupi kebutuhan pasar.
Dalam implementasinya, layanan MDR memadukan teknologi deteksi ancaman dengan pemantauan dan respons yang dilakukan oleh tim analis keamanan secara proaktif. Pendekatan ini dinilai berbeda dengan layanan Managed Security Services Provider (MSSP) yang umumnya berfokus pada pemantauan dan pelaporan insiden.
Selain layanan MDR, platform Bitdefender GravityZone juga dilengkapi kemampuan Endpoint Detection and Response (EDR) serta Extended Detection and Response (XDR) yang memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas lebih luas terhadap ancaman yang berasal dari endpoint, jaringan, email, cloud, hingga identitas pengguna.
GravityZone XDR sebelumnya memperoleh pengakuan sebagai Strong Performer dalam laporan The Forrester Wave™: Extended Detection and Response Platforms Q2 2024. Sementara itu, laporan Forrester Landscape: Managed Detection and Response Services in Europe Q2 2025 menyoroti pentingnya layanan MDR yang mampu melakukan deteksi dan respons secara proaktif.
Untuk mendukung kebutuhan kepatuhan, GravityZone juga menyediakan fitur Compliance Manager yang memungkinkan perusahaan memetakan postur keamanan terhadap berbagai standar internasional seperti ISO/IEC 27001, NIST Cybersecurity Framework (CSF), CIS Controls, PCI DSS, dan SOC 2.
Perbandingan Solusi KeamananSysware menilai kemampuan menghasilkan laporan kepatuhan yang siap diaudit menjadi salah satu nilai tambah bagi perusahaan yang harus memenuhi tuntutan regulator maupun auditor eksternal.
Di sisi performa, Bitdefender menyebut platform GravityZone meraih visibilitas 100 persen dalam evaluasi MITRE Engenuity ATT&CK 2024 serta mencatat salah satu waktu deteksi ancaman tercepat dibandingkan peserta lain dalam pengujian tersebut.
Melalui kombinasi teknologi, layanan MDR, serta dukungan intelijen ancaman global, Sysware berharap dapat membantu perusahaan di Indonesia meningkatkan keamanan digital sekaligus menjaga keberlangsungan operasional bisnis di tengah meningkatnya risiko serangan siber.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































