IATO tekankan mobil produksi domestik perkuat ekonomi sektor riil ‎

4 hours ago 10
produksi kendaraan di dalam negeri akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena sebagian besar biaya akan berputar di dalam negeri

Jakarta (ANTARA) - Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) menyampaikan penggunaan mobil pikap produksi domestik apabila digunakan dalam program Koperasi Desa(Kopdes)/Kelurahan Merah Putih memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi sektor riil.

Sekretaris Jenderal IATO Hari Budianto dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, menyatakan pengalokasian pengadaan 105 ribu pikap impor ke kendaraan industri nasional akan meningkatkan utilisasi pabrik, yang berdampak langsung pada efisiensi biaya produksi, waktu, serta daya saing industri otomotif nasional, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah ekonomi ke masyarakat.

Ia menambahkan kebijakan produksi dalam negeri sejalan dengan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), kebijakan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta aturan terkait ketahanan industri dan devisa nasional.

Menurut dia, produksi kendaraan di dalam negeri akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena sebagian besar biaya akan berputar di dalam negeri.

Produksi dalam negeri, kata dia, akan memberikan dampak positif yakni 60-70 persen biaya akan berputar di ekonomi domestik.

Baca juga: DPR: Pengadaan kendaraan Kopdes Merah Putih akan berdampak ke industri

Baca juga: Waka Komisi VI: Impor kendaraan niaga kopdes harus sejalan konstitusi

Ia mengatakan apabila pengadaan mobil impor pikap dialihkan untuk penggunaan kendaraan yang diproduksi secara domestik, bisa memberikan nilai tambah hingga Rp39 triliun

Angka tersebut mencakup penyerapan tenaga kerja di lini perakitan, manufaktur komponen tier 1 hingga tier 3, serta industri pendukung seperti logistik dan jasa.

Menurut dia, dirinya mendorong upaya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita untuk memaksimalkan penyerapan mobil hasil produksi di dalam negeri.

Menurut dia, hal itu mampu membantu mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2029.

Sebelumnya, kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan akan menyuplai 35.000 unit pikap Scorpio.

Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di tanah air mengonfirmasi impor 105.000 mobil dari perusahaan India tersebut.

Seratusan ribu kendaraan tersebut terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4x4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyampaikan, pihaknya siap mengikuti pesan dari DPR RI untuk menunda impor mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons pesan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pemerintah menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil pikap dari India untuk Kopdes.

‎”Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” kata Joao dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (23/2).

Adapun Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan dirinya sudah berpesan kepada pemerintah agar menunda terlebih dahulu rencana impor 105.000 mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut dia, rencana itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut dia, Presiden pun akan membahas hal rinci terkait rencana tersebut.

Selain itu, dia menilai Presiden juga akan meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.

‎"Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian," kata Dasco di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (23/2).

Baca juga: Komisi VII DPR: Gunakan produk RI dalam pengadaan kendaraan kopdes

Baca juga: KSPI: Produksi pikap dalam negeri bisa serap 10 ribu tenaga kerja

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |