Bangkalan (ANTARA) - Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI, yakni pendistribusian bantuan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan di Pulau Madura, Jawa Timur oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) terus berlanjut.
Pada Jumat (7/8) penyaluran bantuan menyasar sejumlah pondok pesantren di tiga kabupaten lain di Pulau Madura, setelah sebelumnya, penyaluran bantuan air bersih yang diberi nama Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI tersebut dilakukan di Kabupaten Bangkalan.
"Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar masyarakat," kata koordinator kegiatan itu, Hasani Bin Zuber, Jumat malam.
Kegiatan pada pelaksanaan minggu ke-5, Jumat (7/8) digelar serentak di 72 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk di tiga kabupaten di Pulau Madura, yakni Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.
Baca juga: BNPB: 148 ribu liter air bersih untuk atasi kekeringan Bandung Barat
"Bantuan tangki air bersih ini merupakan bagian penting dari komitmen kita bersama, sekaligus sejalan dengan Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," kata AHY dalam keterangan tertulis yang diterima di Bangkalan.
Menurut AHY, distribusi bantuan tersebut menjangkau pondok pesantren di seluruh Pulau Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Selain memberikan bantuan air bersih, pada gerakan ini, juga diserahkan bantuan kendaraan roda tiga (bentor) untuk pengangkutan sampah.
Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI juga melakukan sejumlah aksi sosial dan lingkungan di sekitar lokasi sasaran distribusi bantuan air bersih, seperti kerja bakti, penanaman pohon, penyaluran air bersih, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pengecatan rumah ibadah dan fasilitas umum yang akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Baca juga: Tagana Tasikmalaya salurkan 84 ribu liter air bantu daerah kekeringan
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































