Jakarta (ANTARA) - Tim nasional voli putri Indonesia mengakhiri perlawanan sengit dari timnas Vietnam, 3-2 (20-25, 18-25, 25-22, 25-20, 15-9) dalam pertandingan perdana leg kedua SEA V Cup 2026 yang berlangsung di 700th Anniversary Chiang Mai Sports Complex, Thailand, Jumat.
Kemenangan ini membawa tim Garuda Pertiwi untuk sementara memuncaki klasemen dengan koleksi dua poin dari satu pertandingan.
Memulai set pertama, Indonesia tampil masih begitu kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat Vietnam.
Serangan-serangan kombinasi Vietnam juga kerap membuat Indonesia kesulitan hingga set pertama berakhir lewat 25-20 untuk Vietnam.
Kondisi serupa masih terjadi di set kedua. Tim asuhan Marcos Sugiyama tersebut kerap kesulitan dalam membangun variasi serangan. Sedangkan Vietnam tampil begitu menekan dan terus mendulang poin demi poin.
Baca juga: Indonesia takluk dari Thailand pada pembuka SEA V Women’s Cup 2026
Terus mendominasi sepanjang set, Vietnam akhirnya menutup kemenangan di set kedua lewat 25-18.
Di set ketiga, Indonesia mencoba untuk tampil dengan variasi permainan yang jauh berbeda.
Ersandrina Caca dkk tampil begitu solid untuk bisa membendung serangan Vietnam. Alhasil Indonesia mampu memetik kemenangan 25-22.
Pada set keempat, kombinasi ampuh Arsela Nuari dan Ersandrina Caca terus menjadi momok menakutkan untuk pertahanan Vietnam.
Poin demi poin terus didulang oleh tim Srikandi. Indonesia akhirnya menutup kemenangan di set keempat lewat 25-20.
Baca juga: Indonesia telan kekalahan dari Vietnam pada SEA V Women’s Cup 2026
Di set penentuan, Arsela dan Ersandrina tetap menjadi mesin poin untuk tim Srikandi. Aksi dari dua pemain tersebut menjadi kunci keberhasilan membongkar rapatnya pertahanan Vietnam hingga Indonesia memetik kemenangan 15-9.
Di laga ini Arsela dan Ersandrina menjadi mesin poin Indonesia dengan sama-sama mengemas 20 poin. Disusul oleh performa impresif Mediol Yoku yang mendulang 19 poin.
Selanjutnya tim Srikandi akan menantang tuan rumah Thailand pada Sabtu pukul 16.30 WIB.
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































