Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Dua kapal inovatif karya mahasiswa Universitas Jember (Unej) siap berlaga ke panggung nasional melalui Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada 14-17 September 2026.
"Tim Sagara Pandhalungan dan Clarion dengan prototipe kapal yang mengadopsi teknologi coast guard, sekaligus membawa misi menguji kemampuan mahasiswa Unej dalam merancang, membangun dan mengoperasikan teknologi kelautan," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej Fendi Setyawan di Jember, Senin.
Kedua tim masing-masing diperkuat lima anggota inti dan dua anggota pendukung. Untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan kompetisi, kedua tim didampingi dua dosen pembimbing dan dua pendamping kemahasiswaan.
Baca juga: Mendiktisaintek: KKI dan Abdidaya investasi strategis bagi negara
"Keikutsertaan dalam KKI 2026 tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan membuat kapal, karena kompetisi itu menjadi ruang untuk menguji hasil pembelajaran, riset, rekayasa, serta kemampuan mahasiswa menerjemahkan konsep teknologi menjadi prototipe yang dapat berfungsi dan berkompetisi di tingkat nasional," tuturnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi teknologi nasional merupakan bagian dari upaya membangun pengalaman belajar yang aplikatif.
“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka perlu mendapatkan pengalaman merancang, membangun, menguji, dan menyelesaikan persoalan teknologi secara langsung," katanya.
Ia mengatakan bahwa KKI menjadi salah satu ruang untuk menguji kemampuan tersebut sekaligus mengukur sejauh mana inovasi mahasiswa Unej mampu bersaing di tingkat nasional.
Pengalaman dari KKI 2026 diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, karena pihak kampus ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai modal untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi mahasiswa, terutama pada bidang teknologi kapal dan robotika.
Baca juga: Tim Undip borong gelar juara di Kontes Kapal Indonesia 2024
“Harapannya kualitas riset, pengembangan alat, fasilitas, maupun persiapan kompetisi dapat terus ditingkatkan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap tim-tim mahasiswa Unej mampu menghasilkan inovasi yang semakin matang dan meraih prestasi yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” katanya.
Teknologi coast guard yang diusung kedua tim merujuk pada penerapan teknologi, sistem, perangkat, dan metode yang digunakan kapal penjaga pantai untuk mendukung fungsi pengawasan, patroli, keselamatan, penegakan hukum, pencarian dan pertolongan atau SAR, hingga perlindungan wilayah perairan.
Pengembangan prototipe kedua kapal dikerjakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Proses tersebut menuntut mahasiswa bekerja lintas kemampuan, mulai dari perancangan hingga pembangunan dan pengujian prototipe.
Pembimbing Tim Sagara Pandhalungan, Wahyu Muldayani mengatakan waktu pengerjaan yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.
“Prototipe kami kerjakan sekitar tiga sampai empat bulan. Dalam waktu tersebut mahasiswa harus mampu mengubah rancangan menjadi sebuah prototipe yang dapat dibangun dan diuji," katanya.
Menurut dia, tantangannya bukan hanya membuat kapal, tetapi memastikan desain, komponen, dan sistem yang digunakan dapat bekerja dengan baik,” katanya.
Baca juga: Mahasiswa USK Aceh usung Delphinus pada Kontes Kapal Indonesia 2024
Baca juga: Mahasiawa UI raih empat penghargaan Kontes Kapal Cepat Indonesia 2024
Sementara itu, Pembimbing Tim Clarion, Rudianto mengatakan pengalaman mengikuti KKI menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa sebagai calon perancang dan pengembang teknologi.
“Motivasi utama kami adalah mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, membangun, dan menguji teknologi kapal secara langsung. Kompetisi itu juga menjadi proses evaluasi karena mahasiswa dapat melihat sejauh mana hasil pengembangan mereka ketika berhadapan dengan tim-tim dari perguruan tinggi lain,” katanya.
Lebih dari sekadar mengejar podium, kedua tim membawa target untuk memperkuat reputasi Unej dalam pengembangan teknologi mahasiswa. Mereka juga membawa nama Clarion dan UGER Hydrotech Robotika Unej sebagai bagian dari perjalanan pengembangan inovasi dan prestasi mahasiswa.
“Target kami tentu meraih prestasi di tingkat nasional. Tetapi, prestasi bukan satu-satunya ukuran. Kompetisi itu menjadi evaluasi penting bagi tim agar mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang masih harus dikembangkan,” ujarnya.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































