Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui PT KAI Logistik mengoperasikan layanan kereta api khusus untuk mengangkut hewan ternak ataupun hasil pertanian dengan rute Banyuwangi, Jawa Timur menuju Jakarta.
“Saya mendukung. Ini bukan hanya soal memindahkan sapi dan hasil pertanian dari Banyuwangi ke Jakarta. Ini harus kita lihat sebagai upaya membangun sistem logistik pangan nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan berpihak kepada peternak serta petani,” kata Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Ia juga memandang rencana tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antara sentra produksi dengan pusat konsumsi sekaligus menekan biaya logistik dan memperluas akses pasar bagi peternak maupun petani.
Sementara itu, dia menjelaskan dukungan rencana tersebut karena kereta api memiliki potensi besar dalam distribusi jarak jauh dan mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar secara lebih terjadwal.
Selain itu, lanjut dia, angkutan ternak berbasis rel bukan hal baru di Indonesia.
Ia mengatakan pemerintah mencatat layanan kereta ternak pernah beroperasi, termasuk rute Surabaya–Jakarta, sebelum kemudian dihentikan dan kini didorong untuk dihidupkan kembali dengan teknologi gerbong yang lebih modern.
Namun demikian, anggota DPR yang membidangi badan usaha milik negara tersebut meminta KAI dan pemerintah untuk tidak hanya memikirkan efisiensi waktu dan biaya bila ingin mewujudkan rencana tersebut.
“Moda transportasi ternak harus memenuhi standar keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan hewan sejak dari kandang sampai tujuan,” katanya.
Menurut dia, layanan KAI tersebut nantinya harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan biologis hewan.
Misalnya, kata dia, gerbong harus memiliki ventilasi yang memadai, perlindungan terhadap cuaca ekstrem, lantai yang aman dan tidak licin, sekat yang tidak melukai, serta fasilitas pemuatan dan penurunan yang meminimalkan risiko cedera.
Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Hewan, yang mewajibkan sarana angkut yang layak dan bersih, penanganan yang meminimalkan stres, penyediaan air dan pakan sesuai kebutuhan fisiologis, sanitasi, serta penanganan keadaan darurat.
Peraturan tersebut juga mensyaratkan penilaian fitness to travel oleh dokter hewan.
“Kapasitas 280 ekor per rangkaian, misalnya, jangan dipandang sebagai target yang harus selalu dimaksimalkan. Hal yang utama adalah berapa kapasitas yang aman berdasarkan jenis, ukuran, kondisi dan kebutuhan ternak. Jangan sampai mengejar efisiensi, tetapi meningkatkan kepadatan dan stres hewan,” kata Rivqy.
Sebelumnya, Direktur Operasional KAI Logistik Broer Rizal di Banyuwangi, Sabtu (12/9), mengatakan pihaknya berencana menghidupkan layanan angkutan ternak dan hasil pertanian.
“Kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal keberangkatan. Tujuan akhirnya di Jakarta," kata Broer.
Lebih lanjut dia mengatakan KAI Logistik merencanakan layanan tersebut hadir pada akhir September 2026 dengan kapasitas 20 gerbong sekali berangkat, dan estimasi perjalanan mencapai 26 jam.
Adapun dua stasiun titik muat barang berada di Stasiun Argopuro dan Stasiun Kalisetail.
Pewarta: Rio Feisal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































