Palu (ANTARA) - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mulai melakukan pemeriksaan pengelolaan sumber daya mineral di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari pemeriksaan tematik nasional untuk mendukung ketahanan energi.
Pemeriksaan pendahuluan diawali dengan pertemuan tim Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara IV (Ditjen PKN IV) BPK RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Senin.
"Pertemuan ini yakni pemeriksaan pendahuluan untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Mineral untuk mendukung ketahanan energi," kata perwakilan BPK RI Aloysius Agung Purwandaru.
Ia mengatakan pemeriksaan tersebut berfokus pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara menjadi dua daerah yang dijadikan sampel pemeriksaan.
Menurut Agung, Sulawesi Tengah dipilih sebagai salah satu daerah sampel karena merupakan daerah penghasil nikel di Indonesia.
"Waktu pemeriksaan itu berlangsung cukup panjang, bisa sampai Desember 2026," ujarnya.
Ia menjelaskan LHP kinerja nantinya memuat temuan, kesimpulan, dan rekomendasi terkait pengelolaan sumber daya mineral.
Dalam rangkaian pemeriksaan tersebut, BPK juga merencanakan kunjungan ke kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali.
Salah satu perusahaan yang direncanakan dikunjungi tim pemeriksa adalah PT QMB New Energy Materials yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido berharap akses tim BPK ke kawasan IMIP dapat diberikan secara optimal.
Menurut dia, jajaran OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah beberapa kali mengalami hambatan saat melakukan kunjungan ke kawasan tersebut, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Pemeriksaan di Sulawesi Tengah merupakan bagian dari Pemeriksaan Tematik Nasional Ketahanan Energi 2026 yang dilaksanakan BPK pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara.
Pemeriksaan tersebut mencakup 59 entitas dan antara lain menyasar sektor mineral berupa nikel, tembaga, bauksit, serta mineral kritis lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi 13,79 persen terhadap perekonomian Sulawesi Tengah pada Semester I 2026.
Nikel juga menjadi salah satu komoditas ekspor utama Sulawesi Tengah. Pada Mei 2026, nilai ekspor nikel daerah tersebut mencapai 402,69 juta dolar AS atau 19,72 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah pada bulan tersebut.
Baca juga: Anggota DPR: Penguatan tata kelola nikel jaga daya saing nasional
Baca juga: KPK bahas tata kelola nikel bersama sejumlah menteri KMP
Baca juga: Kajian KPK 2023 temukan potensi kerawanan tata kelola dan ekspor nikel
Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































