Cetak rekor dunia, lifter remaja Indonesia jaga semangat berlatih

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Lifter berusia 15 tahun asal Indonesia Delima Yunia Susanti menjaga semangat berlatih seusai berhasil mencetak rekor dunia kategori rookie kelas 79 kilogram (kg) putri pada World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026.

"Terima kasih kepada para pelatih, senior-senior semuanya yang sudah mendukung saya terus menerus. Harapan (saya), ke depan, bisa menjadi lebih baik, tetap semangat berlatih, tidak banyak mengeluh dan bisa memenuhi target," kata Delima Yunia Susanti, yang baru berusia 15 tahun, dalam keterangan resmi NPC Indonesia yang dikutip di Jakarta, Selasa.

World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026, yang digelar di Thailand pada 7-12 April, menjadi panggung penting bagi para atlet para angkat berat dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oseania. Indonesia sendiri menurunkan total 12 atlet terbaiknya untuk bersaing di berbagai nomor pertandingan.

Baca juga: Angkat berat Indonesia raih 25 medali, berpotensi ke Asian Para Games

Baca juga: Dua medali emas jadi motivasi Abdul Hadi kejar poin ke Paralimpiade

Di tengah persaingan ketat tersebut, nama Delima Yunia Susanti tampil sebagai salah satu sorotan utama. Berstatus debutan, dia berhasil menyumbangkan empat medali emas sekaligus untuk kontingen Indonesia.

Sebanyak empat emas tersebut diraih dari kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total lift rookie open, dan total lift rookie Asia. Pencapaian ini semakin menegaskan potensinya sebagai salah satu atlet masa depan Indonesia di cabang para angkat berat.

Tidak hanya meraih medali, Delima juga mencatatkan sejarah penting. Atlet termuda di kontingen Indonesia itu berhasil mengangkat beban seberat 93 kilogram. Angkatan tersebut sekaligus memecahkan rekor dunia untuk kategori rookie kelas 79 kilogram putri.

Meski tampil luar biasa, Delima mengaku sempat diliputi rasa gugup dan tidak percaya diri saat harus bersaing dengan atlet-atlet yang lebih senior dan berpengalaman dari berbagai negara. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga bagi dirinya.

"Di lubuk hati, saya sangat takut berhadapan dengan para senior. Akan tetapi, saya senang bisa bertanding di event sebesar ini, bergabung dengan lawan-lawan senior yang baik," tutur dia.

Keberhasilan ini pun tidak membuat Delima berpuas diri. Ia menyadari bahwa tantangan ke depan akan semakin besar, terutama jika harus bersaing di level yang lebih tinggi seperti multicabang tingkat Asia hingga Paralimpiade. Persaingan di kategori Open yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dunia juga menjadi target berikutnya yang ingin ia taklukkan.

Delima mengakui bahwa dirinya masih perlu terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat mental bertanding. Ia bertekad untuk terus bekerja keras, menjaga konsistensi latihan, serta menjadikan pencapaian di kategori rookie sebagai pijakan awal menuju prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Secara keseluruhan, kontingen Indonesia berhasil menunjukkan performa yang cukup solid di World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026.

Dari keikutsertaan tersebut, Indonesia sukses mengoleksi total 25 medali yang terdiri atas enam medali emas, empat medali perak, dan 15 medali perunggu. Raihan tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-10 dalam klasemen akhir perolehan medali. Sementara itu, Uzbekistan keluar sebagai juara umum dengan torehan dominan berupa 74 emas, 33 perak, dan 18 perunggu.

Baca juga: Fadli jadikan empat medali Kejuaraan Asia modal ke Asian Para Games

Baca juga: Kholidin incar emas Asian Para Games 2026

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |