BPJPH-USDA perkuat perdagangan produk halal Indonesia dan AS

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat kerja sama internasional Jaminan Produk Halal (JPH) dan perdagangan produk halal dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

“Melalui pertemuan ini, BPJPH RI dan USDA menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis dalam perdagangan pertanian, menciptakan proses sertifikasi halal yang lebih transparan dan efisien, serta memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen di Indonesia maupun Amerika Serikat,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, Haikal mengatakan pihaknya dan USDA membahas peningkatan kualitas perdagangan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan bilateral di sektor perdagangan produk halal secara timbal balik dan saling menguntungkan.

Kepala BPJPH juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Amerika Serikat yang telah membangun ekosistem halal sejak tahun 1980.

Lebih lanjut, kedua pihak juga menegaskan bahwa Indonesia sesuai amanat peraturan perundang-undangan mewajibkan sertifikasi halal bagi produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan, dalam rangka pemenuhan kebutuhan produk halal guna memastikan ketersediaan produk halal bagi masyarakat.

Delegasi USDA juga menyampaikan rencana strategis AS dalam memperluas perdagangan pertanian melalui inisiatif overseas engagement, yang menargetkan kerja sama dengan enam negara dalam satu tahun, di mana Indonesia menjadi salah satu mitra utama.

AS mencatat tingginya minat para petani dan pengusahanya untuk meningkatkan ekspor produk pertanian mereka dengan komitmen untuk memenuhi standar halal yang berlaku.

Adapun komoditas utama yang menjadi fokus optimalisasi impor dari Amerika Serikat meliputi kedelai, produk daging, dan produk susu, yang seluruhnya wajib memenuhi protokol halal yang ditetapkan Indonesia.

Kedua pihak juga menyoroti pentingnya pengakuan Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Serikat oleh BPJPH.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan proses sertifikasi halal yang lebih efisien, transparan, dan saling menguntungkan, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis bagi kedua negara.

Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan tantangan perbedaan standar halal antarnegara, yang menuntut peningkatan fasilitas produksi dalam pemenuhan kesesuaiannya dengan standar proses produk halal (PPH).

“Secara keseluruhan, pertemuan bilateral tersebut mempertegas komitmen kuat BPJPH dan USDA dalam memperkuat perdagangan pertanian berbasis halal, membangun proses sertifikasi halal yang lebih terintegrasi, serta memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen di Indonesia maupun Amerika Serikat,” kata Haikal.

Baca juga: BPJPH sebut konsolidasi ekosistem halal nasional semakin matang

Baca juga: Indonesia-Yordania kerja sama di bidang jaminan produk halal

Baca juga: BPJPH sebut pendampingan bagi UMK penting jelang Wajib Halal 2026

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |