Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Hedayah Center guna mendukung strategi penanggulangan terorisme.
Kepala BNPT RI Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono menyadari ancaman digital memerlukan respons global secara kolaboratif sehingga kerja sama dengan Hedayah yang telah terjalin selama ini perlu dilanjutkan.
"BNPT sangat berharap kerja sama yang sudah terjalin selama ini terus dikembangkan, terutama dalam konteks capacity building serta penelitian berkaitan modus-modus operandi, baik di tingkat global maupun regional," ucap Eddy Hartono seperti dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Eddy menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kehormatan Chairman of the International Steering Board of Hedayah di Jakarta, Rabu (12/11).
Harapannya, kata dia, hal itu terus menjadi pedoman BNPT dalam strategi penanggulangan terorisme.
Ia menjelaskan penguatan kemitraan dengan pusat keunggulan internasional dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) tersebut, terutama dilakukan dalam dua aspek, yakni peningkatan kapasitas dan penelitian modus operandi.
Sementara itu, Chairman of the International Steering Board of Hedayah Ali Rashid Alnuaimi menyampaikan pesan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan tentang kolaborasi menjaga keamanan yang dilandasi hubungan erat kedua negara.
"Sebelum berkunjung ke sini, Presiden UEA menyampaikan bahwa apa pun yang Indonesia butuhkan, terutama dalam hal pertahanan dan keamanan, kami siap bantu," tutur Ali pada kesempatan sama.
Ia menganggap keamanan Indonesia merupakan keamanan UEA dan ancaman bagi Indonesia merupakan ancaman bagi UEA.
Selain itu, Ali mengatakan ancaman terorisme merupakan persoalan global sehingga perlu adanya kolaborasi lintas negara dalam menghadapinya.
Kerja sama BNPT dengan Hedayah dimulai sejak tahun 2019 dalam upaya penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan di tingkat nasional maupun di tingkat kawasan.
Kerja sama tersebut terjalin dalam bentuk program peningkatan kapasitas dan penelitian. Adapun kemitraan melengkapi peran Indonesia sebagai anggota International Steering Board Hedayah.
Baca juga: BNPT tindak lanjuti perekrutan jaringan terorisme lewat "game online"
Baca juga: BNPT dan UNODC perkuat pencegahan radikalisasi online di Indonesia
Baca juga: BNPT: Negara tak hanya hukum tapi pulihkan warga terpapar terorisme
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































