Banjir Jakarta, Legislator soroti pembenahan lingkungan DKI

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan, banjir di Jakarta bukan hanya akibat curah hujan tinggi sebagai faktor alamiah, namun lingkungan juga perlu perhatian karena memperparah kondisi banjir.

"Banjir yang terjadi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan tata ruang, dan lingkungan di Jakarta masih membutuhkan perhatian serius, serta penanganan yang berkelanjutan," kata Kenneth di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan struktural yang masih terjadi di lapangan, mulai dari sistem drainase belum optimal, pendangkalan sungai, hingga alih fungsi lahan yang tidak terkendali dan ini turut memperparah dampak banjir.

Kenneth mengatakan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.

"Saya mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Ia mengusulkan dalam jangka pendek, meminta kepada Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh perangkat daerah terkait siaga penuh di lapangan. Normalisasi dan pembersihan saluran air harus segera dilakukan, termasuk penyedotan genangan di titik-titik rawan banjir.

Selain itu dirikan posko pengungsian yang layak serta penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, hingga perlengkapan bagi bayi dan lansia perlu menjadi perhatian khusus.

Lalu, sambung Kent, koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan daerah penyangga juga dinilai sangat penting, mengingat persoalan banjir di Jakarta tidak terlepas dari kondisi wilayah hulu.

Tidak hanya penyampaian informasi yang cepat dan transparan terkait cuaca, ketinggian air, serta langkah antisipasi juga perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat lebih waspada.

Untuk jangka panjang, Kent mendorong penanganan banjir dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Upaya pembenahan sistem drainase terpadu, revitalisasi sungai dan waduk, percepatan pemasangan sheet pile di bibir sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir seperti polder dan pompa air harus terus dipercepat.

Selain pembangunan fisik, lanjut dia, edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan juga perlu ditingkatkan.

"Penegakan aturan terhadap pelanggaran tata ruang harus dilakukan secara tegas dan konsisten agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun," katanya.

Kent menilai, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

Menurut dia, pengerukan lumpur secara masif dan berkelanjutan serta normalisasi kali tetap memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi risiko banjir, selama dibarengi dengan langkah mitigasi yang terencana dan konsisten.

"Pengerukan lumpur dan normalisasi sungai itu masih relevan dan sangat berpengaruh terhadap pengendalian banjir. Tapi harus dilakukan secara masif, rutin, dan tidak setengah-setengah," ujarnya.

Kent juga menyoroti pentingnya pembangunan saluran air mikro, terutama di kawasan permukiman padat penduduk, karena banyak wilayah yang kerap tergenang bukan semata karena sungai meluap, melainkan akibat saluran lingkungan yang tidak memadai atau tidak berfungsi optimal.

Selain infrastruktur, ia menegaskan perlunya penertiban bangunan rumah warga yang memakan atau menutup saluran air. Praktik tersebut dinilai mempersempit aliran air dan menjadi salah satu penyebab utama genangan yang tak kunjung surut.

Baca juga: Sembilan RT di Jakarta masih terendam banjir

Baca juga: Pindah ke rusun jadi solusi warga Rawa Buaya agar tak kebanjiran lagi

Baca juga: Lebih dari 1.600 warga Jakarta masih mengungsi karena banjir

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |