Badan Geologi paparkan dua solusi penanganan sinkhole Situjuah

2 hours ago 2

Kota Padang (ANTARA) - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan dua opsi terkait solusi penanganan fenomena sinkhole atau tanah yang tiba-tiba ambles dan membentuk lubang di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

"Pertama, biarkan terbuka atau melebar alami, dan yang kedua melakukan pencegahan agar tidak melebar," kata ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana saat dihubungi di Kota Padang, Minggu.

Taufik menjelaskan untuk opsi pertama terdapat beberapa langkah yang mesti dilakukan yaitu tidak menutup sinkhole, menghitung kestabilan lubang dan tentukan radius aman secara detail dan terukur.

Kemudian membiarkan air mengalir keluar melalui saluran drainase, tidak membiarkan air meresap kembali ke tanah sekitar sinkhole serta mengalirkan air ke bagian stabil seperti sungai di hilir, atau memanfaatkannya untuk kebutuhan air baku warga dengan terlebih dahulu mengkaji kelayakannya.

Sementara, untuk opsi kedua atau mencegah sinkhole agar tidak melebar membutuhkan dukungan dari ahli teknik sipil untuk memperkuat tebing dengan rekayasa teknis.

Terakhir, perlu memperhitungkan dan merencanakan jumlah air yang boleh lewat sungai bawah tanah agar tidak mengganggu kestabilan di hulu dan hilir sinkhole, ujar Taufiq.

Baca juga: IAGI butuh tim geolistrik untuk kaji fenomena sinkhole Limapuluh Kota

Dalam laporan kajian cepat yang disampaikan Badan Geologi terdapat beberapa poin upaya pengurangan risiko sinkhole. Pertama, mengenali gejala-gejala awal sinkhole. Kedua, mengurangi air yang meresap ke tanah secara berlebihan terutama di area yang dicurigai adanya sungai bawah tanah.

Badan Geologi juga menyampaikan agar memilih dan menanam tanaman yang tepat di area yang berisiko terutama tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, serta memperhatikan saluran air rumah dan memastikan air buangan tidak merembes ke tanah yang berisiko sinkhole.

Taufiq juga mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai isu air sinkhole berkhasiat. Sebab, berdasarkan uji laboratorium, air ini sama dengan air pada umumnya. Kemudian, terkait air yang berwarna biru terjadi karena partikel-partikel kecil, atau zat terlarut di dalam air menghamburkan panjang gelombang warna biru yang ditangkap mata manusia.

"Air berwarna biru adalah fenomena alam dan bukan hal mistis," kata dia menegaskan.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |