Antam-IBC-Huayou komitmen perkuat ekosistem baterai EV di Indonesia

5 days ago 8
Kami akan terus melanjutkan itu karena IBC memang mengemban misi untuk hilirisasi ke arah baterai

Jakarta (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia (IBI) atau Indonesia Battery Corporation (IBC), bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. menegaskan komitmen bersama mempercepat pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia melalui penandatanganan kesepakatan kerangka kerja sama.

“Kami akan terus melanjutkan itu karena IBC memang mengemban misi untuk hilirisasi ke arah baterai,” ujar Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif setelah penandatanganan konsorsium Antam–IBI–HYD di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai terintegrasi global.

“IBC dibentuk untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi menjadi pusat industri baterai terintegrasi yang berdaya saing global dan berkelanjutan. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem industri nasional bernilai tambah tinggi,” ujar Aditya.

Dari sisi hulu, Antam menegaskan perannya sebagai penyedia bahan baku strategis yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto menekankan bahwa kerja sama ini sejalan dengan mandat Antam dalam memperkuat hilirisasi mineral nasional.

“Melalui sinergi dengan IBC dan mitra global seperti Huayou, kami berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem baterai terintegrasi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan sejalan dengan kepentingan strategis nasional,” ujar Untung dalam keterangannya.

Sebagai entitas yang ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan industri baterai nasional, IBC berperan sebagai penghubung dan orkestrator sinergi antara industri dalam negeri dan mitra global, termasuk dalam aspek teknologi, serta tata kelola proyek.

Kolaborasi ini juga membuka peluang alih teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Ekosistem baterai terintegrasi yang direncanakan mencakup pengembangan fasilitas baterai yang akan dirinci lebih lanjut pada studi kelayakan dengan potensi target kapasitas hingga 20 GWh dan nilai investasi ekosistem baterai terintegrasi ini mencapai 5–6 miliar dolar AS.

Proyek ini diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja, memperkuat struktur industri nasional, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan agenda transisi energi Indonesia.

Kesepakatan kerangka kerja sama ini menjadi dasar bagi penyusunan studi kelayakan bersama dan perjanjian definitif yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Antam, IBC, dan Huayou berkomitmen memastikan seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan sesuai prinsip tata kelola yang baik, keberlanjutan dan kepentingan strategis nasional.

Baca juga: Bahlil: "Groundbreaking" baterai EV konsorsium Huayou pada semester I

Baca juga: Bahlil saksikan kesepakatan konsorsium Huayou ekosistem baterai EV

Baca juga: Prabowo minta minerba dikelola optimal, tingkatkan pendapatan Negara

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |