Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengingatkan kepada pengguna jalan bahwa keberadaan fasilitas penyeberangan jalan pelican crossing di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean nantinya membuat arus lalu lintas (lalin) di sekitar lokasi tersebut melambat.
Dia menjelaskan pelican crossing tersebut akan dilengkapi lampu lalu lintas untuk pejalan kaki, sehingga membuat lalu lintas jadi melambat.
"Tentu, pasti akan ada perlambatan karena ada orang yang menyeberang. Pelican crossing juga harus dibuatkan lampu merah, karena ini salah satu solusi darurat saja, yang terpenting adalah pembangunan JPO," jelas Budi di kawasan Jakarta Pusat, Rabu.
Pada tahap awal operasional, dia menyebutkan pihaknya akan menempatkan petugas di lokasi sehingga pengguna jalan dapat beradaptasi dengan keberadaan pelican crossing tersebut.
"Takutnya, para pengendara belum begitu familiar dengan kondisi pelican crossing, dan nanti juga ada lampu merahnya," kata Budi.
Lebih lanjut, dia mengatakan pelican crossing itu hanya bersifat sementara. Setelah JPO baru selesai dibangun, fasilitas penyeberangan sebidang itu akan dihilangkan.
"Nanti, kalau JPO sudah selesai dibangun, pelican crossing pasti dihilangkan. Jangan sampai ada dualisme. Kami menginginkan masyarakat menggunakan jembatan sehingga arus lalu lintasnya lebih cepat," ujar Budi.
Baca juga: Tunggu JPO Tendean dibangun, Dishub segera buat "pelican crossing"
Sebelumnya, dia memastikan pihaknya segera membuat pelican crossing di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, sambil menunggu pembangunan kembali JPO yang sebelumnya dibongkar akibat ditabrak truk.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat dan kajian teknis yang telah diselesaikan oleh Dishub DKI.
Berdasarkan data Dishub DKI, volume lalu lintas di JPO Tendean itu mencapai 2.579 kendaraan per jam, sedangkan jumlah pejalan kaki yang menyeberang sebanyak 874 orang per jam.
Saat ini, kata Budi, terdapat tiga titik penyeberangan di JPO Tendean, yakni pelican crossing di depan Ayam Goreng Suharti yang berjarak 383 meter, JPO di depan Gerbang Tol Bina Marga sejauh 718 meter, serta zebra cross di U-turn Simpang Gotri yang berjarak 364 meter.
"Secara normal, idealnya itu 100 sampai 200 meter sudah ada lagi fasilitas penyeberangan. Nah, ternyata ini jaraknya jauh, jadi memang penyeberangan ini sangat dibutuhkan masyarakat," tutur Budi.
Baca juga: Pembangunan ulang JPO Tendean diperkirakan butuh Rp6 miliar
Baca juga: Pramono cari skema pendanaan untuk bangun kembali JPO Tendean
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































