Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan keterlibatan Unhas dalam program Patriot Transmigrasi merupakan implementasi nyata visi kampus berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan.
Prof JJ di Makassar, Kamis, mengatakan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, hasil riset, inovasi, dan keahlian akademik, diharapkan mampu diterjemahkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemajuan kawasan transmigrasi.
Selama masa penugasan, para patriot akan berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi berbagai tantangan pembangunan, serta merancang dan mengimplementasikan program yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan lokal.
"Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading yang menghasilkan pendidikan dan riset. Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi atas persoalan nyata, serta memberikan dampak bagi pembangunan kawasan," tegas Prof JJ.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa menyandang predikat sebagai seorang Patriot bukanlah perkara yang mudah.
Seorang patriot, katanya, harus memiliki kecintaan yang tulus kepada negeri, kerelaan untuk berkorban, serta kesediaan hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal utama dalam membangun kepercayaan, menghormati kearifan lokal, dan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Kementrans harap TEP berdampak nyata di sektor pangan hingga maritim
Ia berharap setiap peserta mampu menjaga nama baik institusi, menjunjung tinggi integritas, serta mengabdikan diri dengan penuh ketulusan.
"Saya berharap ketika masa penugasan berakhir, kepergian kalian semua dirasakan sebagai kehilangan, karena telah diterima, dipercaya, dan dicintai oleh masyarakat tempat kalian mengabdi," ujarnya saat melepas Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Makassar.
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































