Warga terdampak bencana belanja kebutuhan Lebaran di Kayu Pasak Agam

3 days ago 3

Kabupaten Agam (ANTARA) - Pasar Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dipadati warga terdampak bencana hidrometeorologi pada hari terakhir operasional pasar menjelang Idul Fitri 2026.

Keramaian terlihat sejak Rabu pagi hari dengan aktivitas jual beli berlangsung padat dengan pembeli yang datang dari berbagai wilayah terdampak, termasuk dari hunian sementara (Huntara) yang berjarak sekitar 200 meter dari pasar.

Meski wilayah tersebut sebelumnya dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025, antusiasme warga dalam menyambut Lebaran tetap tinggi. Mereka memanfaatkan momentum pasar terakhir untuk memenuhi kebutuhan hari raya.

Salah satu lapak pedagang yang ramai diserbu pembeli adalah lapak Ilas, penjual kue kering Lebaran.

Baca juga: Merayu Tuhan dari masjid darurat

Berbagai jenis kue, mulai dari kue tradisional hingga varian modern, dipajang di bagian depan lapak, sementara pesanan yang telah dikemas rapi dengan label nama pembeli tersusun di bagian belakang, siap diambil.

Ilas yang telah menekuni usaha ini selama sembilan tahun, menyebutkan terjadi lonjakan penjualan signifikan pada hari terakhir pasar. Ia memperkirakan omzet meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.

“Rabu lalu itu kira-kira Rp3 juta, sekarang banyak, mungkin bisa Rp5 juta sampai 7 juta,” kata Ilas.

Harga kue yang ditawarkan berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Kue tradisional tercatat lebih diminati dibandingkan kue modern, dengan bolu keras menjadi salah satu produk paling laris di pasaran.

Baca juga: Satgas PRR serahkan bantuan Presiden untuk warga Pidie

Peningkatan transaksi juga dirasakan pedagang bahan pokok seperti bumbu giling, cabai, dan sayuran. Rahman mengatakan kenaikan permintaan sejalan dengan tradisi masyarakat setempat yang menyiapkan rendang sebagai hidangan utama Lebaran.

Pada periode Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri, omzet pedagang di sektor ini berkisar antara Rp8 juta hingga Rp10 juta.

“Banyak membeli bumbu untuk marandang. Lengkuas, jahe, kunyit, bawang putih, beli Rp5 ribu (masing-masing). Cabai biasa beli sekilo,” kata Rahman.

Bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu berdampak serius. Sebanyak 217 unit di kecamatan Palembayan yang mengalami kerusakan terparah dan 136 orang dinyatakan meninggal dunia.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |