Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membangun tujuh tenda kelas darurat untuk mendukung kegiatan pendidikan anak-anak yang terdampak krisis kemanusiaan di wilayah Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan akses pendidikan bagi anak-anak tetap perlu dijaga, meskipun berada dalam kondisi darurat. Kehadiran tenda kelas darurat diharapkan membantu mereka dalam proses belajar.
"Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit," kata Sodik dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Sodik menyebutkan pihaknya menyediakan ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi agar anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih nyaman.
Baca juga: Baznas kirim 3.774 baju Lebaran sumbangan warga RI buat anak Palestina
Melalui pembangunan kelas darurat ini, lanjut dia, Baznas ingin memastikan anak-anak di wilayah krisis tetap dapat belajar sekaligus memperoleh dukungan psikososial.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang terus memberikan dorongan dan kepercayaan kepada Baznas sehingga dapat melaksanakan program ini. Juga ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan bantuannya melalui Baznas sehingga berbagai program kemanusiaan, termasuk penyediaan kelas darurat ini, dapat terus dihadirkan bagi saudara-saudara kita di Palestina," ujar Sodik Mudjahid.
Kebahagiaan dirasakan langsung oleh salah satu penerima manfaat, Zeina Al Motawaq (8). Siswa sekolah dasar ini menceritakan pengalamannya saat harus belajar tanpa fasilitas memadai sebelum tenda ini didirikan.
Baca juga: UNRWA: Sebanyak 12.000 anak-anak Palestina masih jadi pengungsi paksa
"Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis, sampai-sampai punggung kami terasa sakit. Kami sangat bersyukur sekarang sudah ada meja dan kursi yang disediakan di kelas baru ini. Terima kasih banyak masyarakat Indonesia, terima kasih Baznas," ungkap Zeina.
Diketahui, fasilitas kelas darurat di Beit Lahia ini dirancang menampung 100 anak yang terbagi ke dalam dua sesi belajar. Setiap sesi diikuti oleh sekitar 45 hingga 50 siswa.
Selain tenda yang kokoh, Baznas juga menyediakan sarana pendukung seperti meja dan kursi guna menunjang kenyamanan belajar.
Baznas juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, antara lain paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, serta distribusi air bersih, pakaian, dan selimut, hingga membangun berbagai fasilitas darurat seperti tenda pemukiman, tenda rumah, dan tenda masjid.
Baca juga: Kemlu Palestina: Israel bunuh 33 ribu perempuan dan anak perempuan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































