Jakarta (ANTARA) - Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3) diwarnai berbagai kegiatan di sejumlah daerah, mulai dari Presiden Prabowo Subianto yang melaksanakan Shalat Id bersama warga penyintas banjir di Aceh, gelar griya di Istana Kepresidenan Jakarta, pemberian remisi kepada warga binaan, hingga pelaksanaan Shalat Id oleh warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama warga di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, sebelum menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak banjir.
Setelah shalat, Presiden menyapa masyarakat dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga. Presiden juga meninjau hunian sementara (huntara) yang dibangun bagi warga penyintas banjir di sekitar masjid.
Dalam kunjungan tersebut Presiden didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
Sementara itu di Jakarta, ribuan warga menghadiri gelar griya yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan dalam rangka halal bihalal Idul Fitri.
Baca juga: Ucapkan selamat Idul Fitri, Menag: Semangat Ramadhan jangan berakhir
Sejumlah warga mengaku datang sejak pagi untuk dapat bersalaman langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden membuka akses bagi sekitar 4.000 hingga 5.000 warga untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu Presiden juga membagikan bingkisan Lebaran kepada sejumlah warga.
Dari sektor pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberikan Remisi Khusus Idul Fitri kepada 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan remisi tersebut diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif serta menunjukkan perilaku baik selama masa pembinaan.
Dari jumlah tersebut sebanyak 154.785 merupakan narapidana dan 1.123 anak binaan. Sebanyak 153.642 narapidana memperoleh pengurangan masa pidana, sedangkan 1.143 lainnya langsung bebas setelah memperoleh remisi.
Mashudi juga menyebut kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran negara untuk kebutuhan makan warga binaan hingga sekitar Rp109,2 miliar.
Baca juga: Kehakikian kemenangan adalah toleransi
Perayaan Idul Fitri juga dilaksanakan WNI di luar negeri. Sekitar 400 WNI di Beijing, China, melaksanakan Shalat Idul Fitri di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan silaturahmi serta penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh dengan total sekitar Rp30,9 juta.
Selain di China, diaspora Indonesia di Norwegia juga melaksanakan Shalat Id dan halal bihalal yang difasilitasi KBRI Oslo bekerja sama dengan organisasi Muslim setempat.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta dan diisi dengan ramah tamah serta penyajian makanan khas Lebaran. Selain kegiatan serupa juga dilakukan WNI di berbagai negara lainnya seperti Thailand, Norwegia, hingga Arab Saudi dan lainnya.
Perayaan Idul Fitri tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi masyarakat Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Hari Lebaran pertama masyarakat Indonesia
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































