Pemkot Mataram pusatkan puncak Lebaran Topat di 2 lokasi Pulau Lombok

2 hours ago 2
Untuk konsep pelaksanaan secara teknis pada masing-masing lokasi di serahkan ke masing-masing kecamatan. Kami sifatnya mendukung

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan perayaan Tradisi Lebaran Topat atau Ketupat 1447 Hijriah/2026, dipusatkan di dua lokasi makam yang dikeramatkan warga di Pulau Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Minggu, mengatakan dua lokasi perayaan puncak Lebaran Topat di Makam Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, dan Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan.

"Untuk konsep pelaksanaan secara teknis pada masing-masing lokasi di serahkan ke masing-masing kecamatan. Kami sifatnya mendukung," katanya.

Lebaran Topat merupakan salah satu tradisi di Kota Mataram yang dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri atau 8 Syawal sehingga untuk tahun 2026 puncak Lebaran Topat dijadwalkan berlangsung 28 Maret 2026.

Untuk memastikan pelaksanaan tradisi Lebaran Topat berjalan lancar, Dispar Kota Mataram sudah melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang biasanya membeludak saat Lebaran Topat.

Baca juga: Ikadi: Tradisi Syawal bukti keberagaman budaya masyarakat Indonesia

Biasanya setelah melakukan ritual ziarah di dua makam keramat, warga akan melanjutkan aktivitas dengan berwisata ke sejumlah objek wisata terutama pantai-pantai ikonik di Kota Mataram, mulai dari Pantai Ampenan, Pantai Tanjung Karang, Loang Baloq, Pantai Mapak Indah, dan Pantai Gading.

Untuk penanganan keamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Mataram dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram terkait pengamanan di sepanjang 9,1 kilometer pantai di Kota Mataram.

BPBD bahkan diminta untuk menyiapkan posko-posko di sejumlah titik pinggir pantai untuk memudahkan pengawasan dan pengamanan masyarakat yang sedang merayakan Lebaran Topat.

"Biasanya warga akan berekreasi di pinggir pantai bahkan mandi di laut, sehingga perlu dilakukan pengawasan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat anomali cuaca," katanya.

Baca juga: Denyut Lebaran di ruang kota

Sementara untuk menjaga kebersihan, kata Cahya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, mengoptimalkan petugas di pusat perayaan Lebaran Topat.

Selain itu Dispar melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing objek wisata sudah menyiapkan tempat sampah untuk memudahkan masyarakat membuang sampah agar kawasan wisata tetap bersih.

Saat ini, lanjutnya, seluruh Pokdarwis di destinasi wisata pantai sudah bersiap menyambut kedatangan wisatawan pada puncak perayaan Lebaran Topat 2026.

"​Hingga saat ini kami fokus koordinasi kewilayahan dan pengamanan lokasi demi kenyamanan masyarakat yang merayakan tradisi tahunan ini," katanya.

Baca juga: Cuaca Lebaran Topat di Lombok diprakirakan hujan

Pewarta: Nirkomala
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |