Warga keluhkan antrean panjang truk trailer di Cakung-Cilincing

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Warga Cakung Cilincing (Cacing) Wahyu Andre mengeluhkan antrean mengular truk trailer berukuran besar yang menunggu giliran masuk melakukan bongkar muat ke sejumlah depo yang ada di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.

“Ini sangat mengganggu ya, tidak bisa di diamkan. Warga mau berangkat kerja terhambat, pulang ke rumah terlambat, karena bongkar muat itu setiap hari kadang subuh, pagi, bahkan tengah malam,” kata warga Wahyu Andre di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan banyak kerugian yang harus diderita masyarakat karena antrean mobil yang mengangkut kontainer tersebut.

Mobil berukuran besar itu antre dan panjangnya bisa mencapai beberapa kilometer.

“Ini terjadi setiap hari bahkan hari ini juga terjadi dan tidak ada tindakan dari pemerintah,” kata dia.

Ia mengatakan antrean panjang ini diakibatkan truk yang mengantre masuk ke depo dan sistem di depo yang tidak berjalan baik mengakibatkan sopir truk mengantre panjang.

Selain itu, akibat antrean panjang di Jalan Cakung-Cilincing ini, lanjutnya marak tumbuh lapak-lapak pedagang liar.

“Infonya selain menjual makanan minuman juga ada jasa prostitusi di sana,” kata dia.

Ia menambahkan kemacetan panjang terjadi karena banyaknya truk kontainer yang mengantre ingin masuk ke depo untuk melakukan bongkar muat dan itu meluber hingga ke badan jalan sampai berjam-jam.

Menurut dia meski titik pusat bongkar muatnya berada di wilayah Jakarta Utara. Namun ini berpengaruh ekornya bisa sampai ke Jakarta Timur hingga Bekasi

"Epicentrumnya atau pusatnya ada di Jakarta Utara tapi dampak ekonominya, dampak sosialnya, kerugiannya bisa sampai ke wilayah Jakarta Timur hingga Bekasi. Ini sangat merugikan ya," kaya dia

Dirinya berharap Pemerintah Provinsi bisa menyelesaikan permasalahan yang sangat mengganggu masyarakat di sekitar Cakung Cilincing ini dengan baik.

"Harus ada solusi final. Selama ini kan hanya dilakukan oleh parsial saja, Jakarta Utara melakukan Jakarta Timur melakukan, tapi tidak pernah ada solusi final, besok- besok begitu lagi, besok terjadi lagi," kata dia.

Ia meminta Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penindakan dengan baik agar ada solusi yang nyaman bagi warga.

Menurut dia warga akan merangkul sopir yang juga menjadi korban dalam hal ini untuk menyuarakan agar kondisi ini dapat diatasi.

“Jika tidak maka kami akan turun melakukan aksi unjuk rasa agar persoalan ini menjadi perhatian pemerintah. Ini masalah serius,” kata dia.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menyatakan segera melakukan penataan parkir kendaraan berat di wilayah setempat, terutama yang berlokasi di kawasan permukiman dan jalan raya.

“Penataan ini harus dilakukan bersama. Kami mulai dari pendataan lokasi parkir kendaraan berat di zona permukiman, kemudian dilanjutkan dengan langkah penanganan yang lebih menyeluruh,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan di Jakarta, Rabu.

Untuk itu, dia mengatakan Pemkot Jakarta Utara telah menggelar rapat untuk membahas langkah penataan parkir kendaraan berat, seperti truk dan kontainer yang masih banyak ditemukan di lingkungan permukiman warga.

“Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan mencatat ada ratusan titik parkir dan pool kendaraan berat di Jakarta Utara, yang sebagian berada di zona permukiman,” ujar Fredy.

Baca juga: Muatan berlebih, truk trailer alami kecelakaan di Tol Layang Tomang

Baca juga: Pemkot segera lakukan penaatan parkir kendaraan berat di Jakarta Utara

Baca juga: Diduga rem blong, truk kontainer tabrak pembatas di flyover Rawa Buaya

​​​​​​​

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |