Pemprov Sumut bangun 10 jembatan di daerah terdampak pascabencana

3 hours ago 4

Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus melakukan percepatan pembangunan 10 jembatan di sejumlah daerah terdampak pasca-bencana di wilayah Sumut.

"Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI," ucap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Sumut Basarin Yunus Tanjung dalam temu pers di Medan, Rabu.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut guna memulihkan konektivitas antar-wilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak tetap berjalan.

Upaya percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat terdampak dapat segera kembali normal, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas.

"Dari 10 jembatan, sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali terjadi pada 11 dan 16 Februari yang lalu, maka ada satu jembatan bergeser dan mengalami kerusakan. Namun akan kita perbaiki kembali," kata dia.

Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut menjelaskan pembangunan jembatan di desa-desa dengan akses terbatas juga dilakukan bekerja sama dengan TNI.

Jembatan yang dibangun merupakan jembatan rampo, yakni jembatan dengan model konstruksi berbahan besi dilengkapi plat untuk tembok dan bagian atas ditimbun tanah.

"Ini yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, di mana bahan materialnya dari Pemprov Sumut dan peralatannya dari TNI," kata dia.

Baca juga: 150 KK terdampak jembatan putus di Aceh Tengah direlokasi

Ia mengharapkan fasilitas itu nantinya bisa dilalui kendaraan roda empat untuk mengangkut stok makanan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengaku personel TNI menyelesaikan pembangunan jembatan di delapan lokasi di Sumut sebagai upaya pemulihan konektivitas masyarakat terdampak bencana.

"Pembangunan ini mencakup berbagai jenis struktur jembatan, termasuk jembatan gantung dan bailey," kata dia di Jakarta, Jumat (30/1).

Personel TNI, lanjut dia, bekerja dengan menggali tanah, mengangkut material, menyiapkan fondasi, memasang besi pengaman hingga mengecat jembatan yang menghubungkan pemukiman warga.

TNI terus bahu-membahu bersama masyarakat terdampak untuk menghadirkan jalur penghubung yang aman dan layak, sehingga menormalisasi aktivitas warga di Sumut.

"Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat terganggu akibat rusaknya jembatan penghubung desa," katanya.

Sebanyak delapan jembatan yang sedang dalam progres pembangunan di Sumatera Utara, yakni Jembatan Gantung, Desa Ladang Tengah-Andam Dewi, Jembatan Gantung Lingkungan 3, Kelurahan Bonalumban ke Lingkungan 4 Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jembatan Gantung Perintis Garuda menghubungkan jalan antara Lingkungan I Lumban Tonga-Tonga, Kelurahan Bonalumban ke Lingkungan III Onan Tukka, Kelurahan Tukka, Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan jalan antara Desa padang Masiang dengan Desa Ujung Batu Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Selain itu, Jembatan Gantung Desa Sanawuyu, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, Jembatan Gantung di Sungai Moro'o Desa Ononamolo III menghubungkan Desa Hilidaura, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Jembatan bailey di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, dan Jembatan gantung di Desa Purba Sinamba, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta.

Baca juga: TNI maksimalkan pembangunan jembatan di Bener Meriah

Baca juga: Polda Aceh percepat pembangunan jembatan untuk akses 7.000-an warga

Pewarta: Muhammad Said
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |