Makassar (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Makassar menampilkan hasil kerajinan pelaku UMKM di hadapan para Delegasi Internasional sebagai rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026.
Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa menyebut IGS sebagai momentum penting untuk membuka babak baru diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Makassar kepada dunia internasional.
“Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang yang kami harapkan akan menjadi warisan berharga bagi Kota Makassar ke depannya. Makassar siap menjadi pintu gerbang yang terbuka luas bagi kerja sama antarbangsa,” ujar Melinda pada Exhibition pameran dagang lokal Kota Makassar bertajuk “The Taste and Craft of Makassar” di kawasan Tugu MNEK, Anjungan Pantai Losari, Makassar, Rabu.
Melalui pameran tersebut, berbagai produk kerajinan tangan, tenun tradisional, fesyen, hingga kuliner khas Makassar diperkenalkan kepada delegasi mancanegara sebagai representasi identitas budaya Sulawesi Selatan yang kaya dan beragam.
Menurut Melinda penyelenggaraan IGS bukan hanya ajang promosi budaya dan kuliner, tetapi juga momentum untuk membuka babak baru diplomasi budaya yang memperkuat posisi Makassar di tingkat internasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada para perajin tenun tradisional serta pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya mereka dalam forum internasional.
Melinda menilai visi strategis Pemerintah Kota Makassar telah menjadi jembatan yang menghubungkan kekayaan budaya lokal dengan peluang ekonomi global yang lebih luas, sekaligus membuka ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan UMKM Sektor Kriya, Kementerian BUMN Gelar “BerKRIYAsi” di Jakarta dan Makassar
Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri Dewan Kerajinan Nasional Indonesia Katharine Grace Fadli Zon menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan unsur budaya, ekonomi kreatif, dan diplomasi dalam satu ruang kolaborasi.
“Makassar merupakan kota yang sejak lama dikenal sebagai gerbang perjalanan di kawasan Indonesia Timur dan menjadi titik pertemuan berbagai budaya, gagasan, serta persahabatan yang terus tumbuh hingga saat ini,” ujarnya.
Bagi Katharine, semangat keterbukaan tersebut tercermin dalam penyelenggaraan pameran “The Taste and Craft of Makassar” yang menghadirkan kekayaan kuliner, kerajinan, serta produk unggulan daerah hasil karya para pelaku usaha dan perajin lokal.
Ia menambahkan bahwa setiap karya yang ditampilkan bukan sekadar produk ekonomi, melainkan juga representasi tradisi, kreativitas, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi serta terus berkembang melalui inovasi para pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kota Makassar berharap produk-produk lokal semakin dikenal di tingkat internasional, memperluas peluang kerja sama ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat peran Makassar sebagai kota yang aktif membangun diplomasi budaya melalui kekayaan warisan dan kreativitas masyarakatnya.
Baca juga: Penyamarataan akses perbankan dapat picu peningkatan pembiayaan UMKM
Baca juga: Menteri UMKM terbitkan aturan pelindungan UMKM di 'marketplace'
Baca juga: BI hadirkan program wirausaha terpadu bagi UMKM dan pesantren
Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































