Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus kerja sama bilateral di sektor pendidikan untuk membantu Indonesia membina sumber daya manusia (SDM).
Usai acara Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu, Dubes Wang menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan berbagai perusahaan di China untuk menyokong pembinaan vokasi di Indonesia.
"Kami telah mengundang sejumlah perusahaan China untuk membangun kemitraan dengan kampus-kampus di Indonesia untuk pelatihan vokasi," kata Dubes Wang.
China pun menyambut baik inisiatif Pemerintah Indonesia untuk mengirim para pelajar unggul belajar Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) di Universitas Tsinghua.
Baca juga: Beijing soroti pertukaran mahasiswa Indonesia-China semakin meningkat
Menurut Wang, hal itu dapat menjadi awal dari perluasan pengiriman mahasiswa Indonesia ke berbagai kampus unggulan di China.
Dia telah menyambut kehadiran delegasi rektor dari enam universitas di China yang hendak membangun kemitraan dengan akademi, institut teknologi, dan pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.
"Kami juga hendak bermitra dengan Indonesia untuk mengombinasikan berbagai industri dan teknologi dengan pendidikan tinggi," tambahnya.
Dubes Wang mengatakan penguatan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi, merupakan langkah baik untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
"Hal tersebut juga akan bermanfaat dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia secara keseluruhan," ucapnya.
Baca juga: Pelajar Indonesia di China jadi duta pendorong kerja sama bilateral
Dia pun menyoroti peningkatan konsisten terkait jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di China, serta jumlah pelajar China yang melanjutkan pendidikannya di Indonesia.
Adapun pada awal tahun ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI menginisiasi kerja sama antara Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) dengan Asosiasi Pendidikan Guangdong untuk Pertukaran Internasional (GEAIE).
Skema kerja sama tersebut mencakup pembentukan satu pusat kerja sama dan mekanisme aliansi yang berfokus pada 10 sektor utama industri, dengan penyelenggaraan lebih dari 100 kegiatan pertukaran dan pembelajaran.
Hal tersebut dilakukan untuk peningkatan mobilitas dua arah terhadap sebanyak 1.000 mahasiswa antara Indonesia dan China serta pelatihan bagi 10.000 talenta lokal Indonesia.
Baca juga: Kemnaker perkuat sinergi pendidikan vokasi dan dunia industri
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































