Wakil Ketua DPR minta pekerja migran Lombok tetap tempuh jalur resmi

3 hours ago 5

Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hj Sari Yuliati meminta pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tetap menempuh jalur resmi jika ingin bekerja ke luar negeri.

"Kesempatan bekerja di luar negeri sangat terbuka luas dan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, semuanya harus melalui mekanisme resmi dan prosedural agar pekerja migran Indonesia terlindungi dan terhindar dari berbagai risiko," kata Hj Sari Yuliati saat acara diskusi bertema edukasi perlindungan dan migrasi aman melalui Program SMK Go Global di SMKN 1 Praya Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 183.355.446 jiwa. Angka tersebut, menurutnya, merupakan modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

"Indonesia saat ini masuk dalam era bonus demografi yang menjadi peluang strategis bagi pembangunan nasional. Jumlah usia produktif yang sangat besar menjadi kekuatan yang harus kita manfaatkan dengan baik," katanya.

Baca juga: KP2MI rancang Program SMK Go Global tingkatkan brain circulation

Ia menjelaskan, kondisi Indonesia berbeda dengan sejumlah negara di kawasan Asia Utara dan Jepang yang saat ini menghadapi fenomena aging population atau meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia secara signifikan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja global, terutama di negara-negara yang mengalami kekurangan tenaga produktif.

"Bonus demografi ini menjadi peluang yang sangat besar. Banyak negara membutuhkan tenaga kerja produktif, dan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang bisa berkontribusi di dunia internasional," katanya.

Sari menyebut sejumlah negara yang saat ini memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar, di antaranya Malaysia, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Turki, Singapura, Bulgaria, hingga Jerman.

Baca juga: Pemerintah tekan pengiriman PMI ilegal lewat program SMK Go Global

Adapun sektor yang banyak membutuhkan tenaga kerja, lanjutnya, meliputi bidang kesehatan, perawatan lansia, operator, konstruksi, perhotelan, anak buah kapal (ABK), perikanan, hingga berbagai sektor jasa lainnya.

Namun demikian, Sari mengingatkan adanya tantangan yang harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait masih maraknya penempatan pekerja migran Indonesia melalui jalur nonprosedural.

Ia menegaskan, keberangkatan pekerja migran tanpa mengikuti mekanisme resmi pemerintah dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari ketidakjelasan status pekerjaan, eksploitasi, hingga perlakuan tidak manusiawi di negara tujuan.

"Belakangan ini banyak pemberitaan di media sosial terkait pekerja migran Indonesia yang mengalami masalah karena berangkat tidak melalui prosedur resmi. Hal ini harus kita cegah melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Menurut Sari, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus terus meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing secara global, sekaligus memastikan hak-hak mereka terlindungi.

"Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi usia produktif, untuk memanfaatkan peluang kerja internasional dengan tetap mengikuti aturan yang telah disiapkan pemerintah," katanya.

Baca juga: Pemerintah buka pendaftaran peserta SMK Go Global pada 12 Agustus

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |