Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus temuan 995 pucuk senjata api, narkotika, dan kepingan VCD bermuatan pornografi di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta.
Menurut dia, temuan tersebut merupakan persoalan yang sangat serius karena menyangkut keamanan negara sekaligus keselamatan masyarakat. Kasus kepemilikan ratusan senjata api oleh pihak sipil tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa.
"Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah yang sedikit. Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur yang diduga telah dilanggar, karena tidak mungkin seseorang secara sah memiliki senjata dalam jumlah sebanyak itu," kata Hasanuddin di Jakarta, Jumat.
Selain senjata api, menurut dia, penemuan barang narkotika dalam kasus itu juga merupakan dugaan tindak pidana yang harus diproses secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Senjata api yang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat bahkan mengancam keamanan negara. Begitu pula dengan narkotika yang harus diusut untuk mengetahui tujuan kepemilikan maupun jaringan peredarannya," katanya.
Dia juga meminta penyidik tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi juga menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam penyimpanan maupun kepemilikannya.
"Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, bagaimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja yang bertanggung jawab," katanya.
Baca juga: Ratusan senjata api hingga narkoba ditemukan di sekolah swasta Jaksel
Selain itu, Hasanuddin menegaskan bahwa pengurus yayasan maupun pihak pengelola sekolah juga harus dimintai keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya pengetahuan maupun dugaan keterlibatan dalam keberadaan barang-barang tersebut.
"Tentu perlu didalami apakah pengurus yayasan maupun pengelola sekolah mengetahui keberadaan barang-barang tersebut. Semua fakta harus dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan," katanya.
Sebelumnya, sebanyak 995 pucuk senjata api, CD video porno hingga narkoba ditemukan dalam sebuah ruangan tertutup di sekolah swasta yang berada di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk, juga menemukan narkoba, dan CD porno," kata Kuasa hukum yayasan sekolah swasta, Hermawanto di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8).
Hermawanto mengatakan pada bulan Juli lalu, tepatnya Jumat (10/7), pihaknya menemukan 995 pucuk senjata api, amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain.
Kemudian, pada Rabu (5/8) lalu, pihaknya kembali menemukan beberapa senjata, narkoba jenis ganja dan sabu serta VCD porno. Hingga akhirnya pihaknya memutuskan menghubungi Polres Metro Jakarta Selatan.
Baca juga: Ratusan senpi yang ditemukan di sekolah swasta Jaksel diklaim berizin
Baca juga: Kronologi temuan 995 pucuk senjata api di sekolah swasta Jaksel
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































