Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kerja sama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembangunan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan adanya pusat pengendalian ini diharapkan memperkuat kapasitas Indonesia dalam menghadapi ancaman karhutla yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.
“Banyak inisiatif yang akan kita kerjasamakan, tapi salah satunya memang memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center ini,” kata Menhut.
Adapun Raja Antoni sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Korea Forest Service (KFS) Park Eun-Sik pada April lalu membicarakan progres kerja sama, dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan.
Menurut Raja Antoni, kerja sama Indonesia dan Korea di bidang pengendalian karhutla akan terus diperluas. Sebab, dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada batas administrasi suatu daerah maupun negara.
Baca juga: Kemenhut perkuat diplomasi dorong RI jadi pemimpin kehutanan global
Asap akibat karhutla dapat menyebar ke berbagai wilayah hingga melintasi batas negara (transboundary haze), sehingga membutuhkan kolaborasi internasional dalam upaya pencegahan dan penanganannya.
“Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara,” ujarnya.
Menhut Raja Antoni mengatakan, pengalaman Indonesia dalam menghadapi karhutla terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, pemerintah menargetkan luas kebakaran hutan dan lahan tetap dapat ditekan meski tahun ini dihadapkan pada ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho mengatakan pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang telah dibangun kedua negara selama lima tahun terakhir.
Baca juga: Kemenhut-AFoCO pacu pengembangan proyek karbon dan perhutanan sosial
Menurutnya, Indonesia dan Korea selama ini saling berbagi teknologi, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengendalian kebakaran hutan hingga akhirnya melahirkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center.
Selain itu, Jeong memastikan kerja sama Indonesia dan Korea di bidang pengendalian karhutla tidak berhenti pada proyek yang selesai tahun ini.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































