UT siapkan pembebasan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa bumi NTT

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) menyiapkan berbagai bantuan seperti pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) bagi para mahasiswa terdampak gempa bumi berkekuatan M7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

"Kita sedang mendata mahasiswa kita, terutama yang terkena dampak di wilayah Maumere dan sekitarnya. Kita segera akan dapatkan datanya dan kita akan berikan bantuan semaksimal mungkin, sesuai dengan kadar musibah yang diterima, mulai dari pembebasan UKT kemudian bantuan lainnya, dan seterusnya," kata Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto kepada wartawan di sela-sela kegiatan "Rektor Menyapa" di Kampus UT, Tangerang Selatan, Rabu.

Di luar bantuan finansial berupa pembebasan UKT, kata Ali, UT juga memberikan kelonggaran dan relaksasi khusus dari sisi akademik, terutama terkait penyelenggaraan ujian akhir bagi para mahasiswa terdampak gempa NTT.

"Termasuk nanti dalam hal fasilitasi dukungan pembelajaran yang spesial secara khusus kepada yang terhadap musibah, termasuk penyelenggaraan ujian. Jadi penyelenggaraan ujian boleh jadi mereka harus agak tertunda dari rekan-rekannya yang lain dan sebagainya, tapi tetap dalam semester yang sama," lanjut dia.

Ali menjelaskan bahwa pemberian bantuan semacam ini bukanlah hal baru. Sebab, UT memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal kelanjutan pendidikan para mahasiswa penyintas bencana, seperti yang pernah dilakukan pada saat musibah melanda wilayah Aceh, Nias, hingga Padang beberapa waktu yang lalu.

"Kita juga bahkan menggelontorkan tidak kurang dari empat ribu beasiswa (untuk mahasiswa) terkena bencana," ucapnya.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pionir pendidikan jarak jauh, kata Ali, UT menyadari bahwa bencana alam kerap merusak infrastruktur vital, termasuk jaringan telekomunikasi dan kelistrikan.

Guna menyiasati kendala tersebut, UT telah menyiapkan skenario pelayanan akademik berbasis luring (offline) agar roda pembelajaran tetap berputar.

"Ketika jaringan internet tidak bisa berfungsi dengan baik, maka kita punya pendidikan jarak jauh secara yang di-deliver secara offline," ujar Rektor UT.

Terpisah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengutamakan keselamatan seluruh sivitas akademika, sembari terus memantau perkembangan kondisi NTT, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam situasi bencana, sementara proses pendidikan perlu tetap dijaga melalui penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.

"Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan," ucap Brian.

Baca juga: Baznas RI dirikan dapur umum bantu korban bencana gempa bumi di NTT

Baca juga: Baznas RI mobilisasi bantuan untuk korban gempa bumi M7,7 di NTT

Baca juga: Menkes pastikan operasi berjalan meski RSUD Ruteng terdampak gempa NTT

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |