Masyarakat Madura di Jakarta diharapkan terus jaga kondisi kota

3 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap agar masyarakat Madura di Jakarta, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) se-DKI Jakarta terus ikut menjaga kondisi kota Jakarta.

"Saya mengharapkan IKAMA terlibat secara langsung untuk selalu menjaga Jakarta. Selalu ada rumor, isu, dan sebagainya, tapi saya yakin soliditas masyarakat Jakarta ini luar biasa," kata Pramono saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKAMA se-DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Rabu.

Dia menilai falsafah Madura Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato yang mengajarkan penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemimpin dapat menjadi landasan dalam membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah.

“Falsafah kepatuhan dan penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemerintah daerah ini menjadikan IKAMA sebagai mitra strategis dalam merawat kerukunan, memperkuat toleransi, serta menjaga stabilitas sosial di Jakarta,” ujar Pramono.

Baca juga: Pramono tekankan pentingnya sinergi ulama dan umara jaga Jakarta

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Madura dalam menjaga ekonomi Jakarta. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen dibandingkan triwulan II 2025, dengan lapangan usaha yang berkontribusi terbesar, yakni perdagangan besar dan eceran (18,24 persen).

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKAMA Muhammad Rawi mengatakan seluruh jajaran IKAMA siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan program-program pembangunan.

Sinergi tersebut diperkuat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ketertiban lingkungan, kegiatan sosial, dan keamanan.

"50 tahun yang lalu, kami berdiri untuk mengabdi sekaligus melakukan aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. Insya Allah, ke depan, kami akan sinergi dengan ormas (organisasi kemasyarakatan) yang lain untuk membangun Jakarta," tutur Rawi.

Baca juga: Pramono ungkap alasan rekayasa cuaca belum dapat dilakukan di Jakarta

Baca juga: Rehabilitasi sekolah rusak di Jakarta dimulai September 2026

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |