Kemenhub: Batam kini bisa rawat dan perbaiki mesin pesawat udara

3 hours ago 7
Sertifikat AMO 145D111 yang diberikan kepada PT BAE berlaku untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta 'Auxiliary Power Unit'

Batam (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan sertifikasi Approved Maintenance Organization (AMO) kepada PT Batam Aero Engine (BAE), sehingga perawatan dan perbaikan mesin pesawat udara kini dapat dilakukan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rokhman mengatakan penerbitan sertifikat tersebut menandakan BAE telah memenuhi persyaratan keselamatan, kualitas dan standar kelaikudaraan yang ditetapkan dalam regulasi keselamatan penerbangan sipil.

“Hari ini kita bersyukur dapat meresmikan terbitnya sertifikat AMO 145D111. Penerbitan sertifikat ini mengafirmasikan bahwa PT Batam Aero Engine telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kualitas dan standar kelaikudaraan,” kata Sokhib dalam peresmian BAE di Batam, Rabu.

Sertifikat AMO 145D111 yang diberikan kepada PT BAE berlaku untuk melakukan perawatan dan perbaikan mesin pesawat serta Auxiliary Power Unit (APU), kata dia.

Menurutnya, keberadaan fasilitas MRO (maintenance, repair and overhaul) di dalam negeri penting untuk memperkuat kemandirian industri penerbangan nasional.

Selama ini, sebagian perawatan komponen dan mesin pesawat masih dilakukan di luar negeri.

Baca juga: Ekspor ikan Batam ke Singapura capai Rp125 miliar hingga Mei

Baca juga: BP: Realisasi Investasi Batam capai 55,67 persen target Rp70 triliun

“Kita harus merdeka untuk melakukan perawatan airframe 100 persen dalam negeri. Ini dimulai oleh dengan fasilitas BAE di Batam Aero Technic,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT BAE merupakan bagian dari ekosistem MRO Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Group yang berlokasi di Nongsa, Batam.

Presiden Direktur Lion Group sekaligus Direktur Utama PT Batam Teknik/Batam Aero Technic Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan BAE secara khusus memiliki kapabilitas untuk menangani perawatan mesin pesawat dan APU.

“Semua fasilitas MRO itu sama, tapi pesawat kan banyak komponennya. BAE ini khusus mesin pesawat dan APU,” kata Daniel.

Ia mengatakan sertifikasi dari Kemenhub memungkinkan mesin pesawat yang sebelumnya dikirim ke luar negeri untuk menjalani perawatan dapat ditangani di Batam.

“Sehingga yang biasanya mesin-mesin pesawat ini dirawat di luar, Batam Aero Engine sudah mempunyai kapabilitas untuk bisa dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Batam,” ujarnya.

Menurut Daniel, keberadaan BAE tidak hanya berpotensi menekan devisa yang keluar untuk kebutuhan perawatan pesawat, tetapi juga membuka peluang masuknya devisa apabila maskapai asing menggunakan fasilitas tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Amsakar Achmad mengatakan pengembangan industri MRO akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja.

Saat ini, jumlah pekerja di lingkungan Batam Aero Technic mencapai sekitar 5.000 orang.

“Pengembangan yang dilakukan oleh Batam Aero Technic akan memberi multiplier effect kepada Batam. Karyawan yang direkrut otomatis memiliki skill, mendapatkan gaji sesuai kompetensi dan standar. Ini akan memberi efek ganda terhadap ekonomi Batam dalam sektor konsumsi rumah tangga misalnya,” kata Amsakar.

Baca juga: ASDP bidik layanan RoRo Batam–Johor beroperasi pertengahan 2027

Baca juga: Pertamina pastikan pasokan Pertalite di Batam kembali normal

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |