Upaya penyelamatan di Nepal berlanjut, korban tewas lebih 160 orang

3 weeks ago 12

Tokyo (ANTARA) - Upaya penyelamatan di Nepal terus berlanjut pada Kamis setelah banjir bandang yang menurut otoritas setempat telah menewaskan lebih dari 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya masih hilang.

Otoritas pariwisata Nepal menyebutkan jumlah orang yang hilang dalam bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) di dekat perbatasan Nepal dengan China telah mencapai 590 orang dari 29 negara.

Menurut otoritas dan media lokal, mereka termasuk wisatawan asing dari sejumlah negara seperti India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat. Lima warga negara Jepang juga dilaporkan hilang.

Dalam unggahannya di X, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta siapa pun yang memiliki informasi mengenai keberadaan lima warga Jepang tersebut agar menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu.

Seorang pejabat kedutaan mengatakan pihaknya belum dapat menghubungi kelima warga Jepang yang diyakini merupakan peserta tur dan telah meminta otoritas setempat untuk melakukan pencarian terhadap mereka.

Banjir bandang tersebut dilaporkan dipicu oleh runtuhnya gletser.

Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, meluap dan merusak rumah serta sejumlah infrastruktur, termasuk pembangkit listrik tenaga air.

Kantor Berita Xinhua China melaporkan tiga orang tewas dan lebih dari 550 lainnya belum diketahui keberadaannya setelah longsor lumpur terjadi di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet.

Sumber: Kyodo-OANA

Baca juga: Helikopter, drone bantu operasi SAR banjir Nepal-China

Baca juga: AS dan Kanada siap bantu Nepal pascabanjir, warga Amerika Utara hilang

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |