Tangerang (ANTARA) - Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengungkapkan bahwa jenazah Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang teridentifikasi dari hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap temuan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, akan dikembalikan ke keluarganya di Pandeglang, pada Kamis (24/9).
Proses pemulangan jenazah korban yang masuk dalam rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda ini, rencananya akan melalui penerbangan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang.
"Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kami bersama Gubernur, unsur Basarnas, dan tim terpadu akan menyambut langsung kedatangan jenazah di bandara," kata Kapolda Hengki dalam konferensi pers yang terpantau secara daring di Tangerang, Rabu.
Baca juga: Polisi: DNA jenazah di Enggano identik dengan identitas ABK Arupadatu
Ia menerangkan bahwa jenazah Sukarman berhasil teridentifikasi melalui tes DNA oleh Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan petugas dalam operasi SAR dengan kode PM/62/P.Enggano/01.
Dia mengatakan hasil pencocokan sampel antemortem secara genetik teridentifikasi sebagai Sukarman ayah kandung dari Yayan, salah satu pihak keluarga ABK Arupadatu I.
"Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Bengkulu kemudian melakukan pencocokan data antemortem dari delapan keluarga korban hilang dengan data jenazah tanpa identitas yang memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 163 sentimeter, berusia sekitar 50 tahun, dan mengenakan celana pendek hitam," paparnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Dokkes Polda Banten langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk mencocokkan jenazah yang ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9).
Baca juga: Dewan Pers sebut lima jurnalis hilang sebagai pahlawan pers
"Jenazah tersebut kemudian dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu," kata dia.
Sebelumnya, tim SAR Gabungan yang telah menjalani operasi pencarian hingga 10 hari belum mendapatkan hasil positif.
Selama operasi pencarian, tim SAR juga telah mengerahkan 523 personel gabungan untuk melakukan penyisiran ke pulau-perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (meliputi Provinsi Banten, Lampung, dan Bengkulu) terhitung sejak kapal dan para penumpang dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9).
Tercatat ada delapan orang yang dicari dalam operasi tersebut, terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas). Sedangkan tiga lainnya adalah Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu). Mereka dilaporkan hilang kontak, Senin (7/9) siang pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan, ini fakta selama 10 hari pencarian
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































