PERKI: Serangan jantung juga mengancam kelompok usia muda

57 minutes ago 2

Jakarta (ANTARA) -

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan masyarakat bahwa serangan jantung juga dapat terjadi pada kelompok usia muda, termasuk mereka yang berada pada rentang usia 20 hingga 45 tahun.

Ketua Pengurus Pusat PERKI dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D, mengatakan anggapan bahwa serangan jantung hanya dialami kelompok lanjut usia perlu diubah karena faktor risiko penyakit kardiovaskular juga dapat ditemukan pada usia muda.

"Serangan jantung itu sering terjadi usia antara 20 sampai 45 tahun,” kata Ade dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu.

Ade mengatakan terdapat perubahan pada faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dalam lima hingga 10 tahun terakhir. Menurut dia, hipertensi yang sebelumnya bukan menjadi faktor risiko nomor satu kini telah bergeser menjadi faktor risiko utama, menggantikan kebiasaan merokok.

Baca juga: YJI: Waspadai penyakit jantung rematik yang intai anak dan remaja

Dia mengaitkan tingginya tekanan darah dengan pola konsumsi masyarakat, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan asin. Ade mengatakan asupan garam bagi masyarakat secara umum sebaiknya dibatasi sekitar satu sendok teh per hari.

Selain hipertensi dan kebiasaan merokok, Ade menyebut kolesterol tinggi dan diabetes sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dimodifikasi.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Annisa Pohan Yudhoyono mengatakan penyakit jantung juga mengancam kelompok usia produktif.

Dia menyebut populasi penyakit jantung di Indonesia paling besar berada pada rentang usia 18 hingga 45 tahun, dengan kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi kelompok terbesar.

"Jadi jangan pikir karena masih muda, enggak usah mengecek jantung. Walaupun kita masih 30-an, masih 40-an, kalau bisa setidaknya sekalilah dalam usia itu kita cek jantung,” kata Annisa.

Ade juga mengingatkan masyarakat yang memiliki riwayat serangan jantung pada keluarga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak usia muda.

Sang dokter menyarankan pemeriksaan dilakukan setelah usia 20 tahun bagi mereka yang memiliki orang tua dengan riwayat serangan jantung sebelum usia 55 tahun pada laki-laki atau sebelum 65 tahun pada perempuan.

Jika hasil pemeriksaan normal, pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan lima tahun kemudian. Sementara itu, masyarakat berusia di atas 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun.

Baca juga: Dokter: Rutin olahraga rutin pada usia 40 bisa turunkan risiko jantung

Baca juga: Dokter bagikan kiat mencegah faktor risiko penyakit kardiovaskular

Baca juga: Deteksi dan cegah dini penyakit jantung dengan kalsifikasi koroner

Baca juga: Studi: Polusi cahaya pada malam hari bisa picu penyakit jantung

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |