Tips ABCDE cegah stunting di Kabupaten Lumajang 

3 hours ago 2

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Stunting masih menjadi perhatian utama pemerintah pusat hingga daerah untuk terus ditekan dengan berbagai program dan gerakan. Gencarnya edukasi dan pencegahan sudah dilakukan sejak dini, sebelum calon pengantin menikah lalu memiliki anak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang juga aktif bergerak dengan berbagai program untuk terus mendorong pendekatan proaktif melalui strategi jemput bola, agar pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin menjangkau keluarga yang membutuhkan, khususnya di pelosok desa.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tercatat prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang 23,4 persen. Data itu lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 19,8 persen. Data itu menjadi salah satu dasar pemerintah daerah setempat memperkuat strategi percepatan penurunan stunting melalui intervensi yang lebih terarah.

Pemkab Lumajang melaksanakan program dengan pendekatan berbasis data yang memungkinkan pemerintah daerah mengoptimalkan koordinasi antarpemangku kepentingan, sehingga program menjadi lebih fokus, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah dan kelompok sasaran.

Melalui pemanfaatan data berkelanjutan, kebijakan yang dijalankan menjadi semakin adaptif, terukur, dan tepat sasaran. Dengan demikian, setiap intervensi penurunan stunting diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Dari pemanfaatan data, kemudian lahir Tips ABCDE yang terdiri atas lima langkah utama, yaitu huruf A berarti "aktif" minum tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil. Kemudian huruf B adalah "bumil" atau ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan, sesuai standar pelayanan kesehatan.

Huruf C adalah "cukupi" konsumsi protein hewani setiap hari, kemudian D, "datang" ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang anak, dan huruf E berarti "eksklusif" memberikan ASI selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Kelima langkah tersebut saling melengkapi dalam mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan ibu maupun anak karena pencegahan stunting tidak dimulai ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi sejak masa remaja, kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

Tips ABCDE tidak berhenti sebagai materi kampanye, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh setiap keluarga, sehingga dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, risiko stunting dapat ditekan dan tumbuh kembang anak berlangsung lebih optimal.

Dari langkah itu, kader posyandu, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diajak bersama untuk terus menyampaikan pesan-pesan pencegahan stunting kepada masyarakat agar semakin banyak keluarga memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini.

Melalui edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan, Pemkab Lumajang terus memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis keluarga, sehingga diharapkan semakin banyak orang tua yang mampu menerapkan pola hidup sehat. Dengan demikian, akan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keluarga tidak hanya mengetahui pentingnya pencegahan stunting, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan intervensi yang bersifat sesaat.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |