Kunming (ANTARA) - Data terbaru dari Bea Cukai Kunming di Provinsi Yunnan, China barat daya, menunjukkan per 30 Juni 2026, jenis barang yang diangkut via Jalur Kereta China-Laos telah mencapai lebih dari 3.900, yang mencakup kendaraan energi baru (NEV), buah-buahan tropis, sayuran segar, hingga bahan pengobatan tradisional China.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan sekitar 10 jenis barang pada awal pengoperasian jalur tersebut.
Jiang Wei, manajer sebuah perusahaan pengelola urusan bea cukai di Yunnan, mengatakan dibukanya jalur kereta China-Laos telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk merambah ke pasar ASEAN. Selain itu, cakupan barang dagangan juga terus bertambah hingga meliputi buah-buahan segar dan NEV.
Menurut data bea cukai, pada paruh pertama (H1) 2026, nilai kargo impor-ekspor via jalur kereta China-Laos mencapai 17,17 miliar yuan (1 yuan = Rp2.649), meningkat 33,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Dari jumlah itu, nilai ekspor "trio baru", yakni NEV, baterai litium, dan panel surya, mencapai 2,14 miliar yuan, melonjak 348,5 persen (yoy). Pengiriman via jalur tersebut kini telah menjangkau 19 negara dan kawasan, serta melayani lebih dari 7.000 unit operasional perdagangan luar negeri di China.
Layanan pengiriman kargo juga membantu lebih banyak produk segar dari ASEAN masuk ke pasar China. Pada H1 2026, nilai buah-buahan tropis termasuk durian, manggis, dan kelengkeng segar yang diangkut melalui jalur kereta China-Laos ke China mencapai 4,22 miliar yuan, meningkat 25,8 persen (yoy), berkat layanan logistik yang andal dan ketersediaan layanan rantai dingin Otoritas bea cukai Kunming juga terus mengoptimalkan prosedur kepabeanan, termasuk dengan memperkenalkan layanan pengajuan daftar kargo lebih awal, serta penerapan peralatan pemeriksaan yang lebih digital dan cerdas guna mempersingkat waktu prosedur kepabeanan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































