Sulbar dan UGM gelar pangan murah stabilisasi harga pangan

1 day ago 2

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program KKN-PPM UGM Manapak Mamuju menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.

"Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung upaya penguatan ketahanan pangan serta pelayanan kepada masyarakat," kata Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar Suyuti Marzuki, di Mamuju, Senin..

Pada pelaksanaan gerakan pangan murah yang dilaksanakan di Desa Sumare Kabupaten Mamuju itu, penyediaan komoditas pangan didukung oleh Perum Bulog Cabang Mamuju bersama distributor pangan lokal.

Berbagai komoditas strategis yang dipasarkan meliputi, beras SPHP, beras medium, minyak goreng, telur ayam ras, gula konsumsi serta berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah harga pasar.

Kehadiran gerakan pangan murah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulbar.

Gerakan pangan murah kata Suyuti Marzuki merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau

"Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan," ujar Suyuti Marzuki.

Baca juga: Sulbar intensifkan gerakan pangan murah tekan laju inflasi

Baca juga: Sulbar menyiapkan lima ton beras pasar murah

Melalui gerakan pangan murah itu, Pemerintah Provinsi Sulbar, juga terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok yang terjangkau, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulbar Universitas Gadjah Mada, Perum Bulog dan distributor pangan lokal diharapkan terus berlanjut dalam mendukung penguatan ketahanan pangan daerah serta mewujudkan Sulbar yang Maju dan Sejahtera," katanya.

Suyuti Marzuki berharap GPM dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pemprov Sulbar dan Universitas Gadjah Mada, Perum Bulog, distributor pangan lokal dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulbar.

"Melalui GPM ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sinergi antara pemerintah, Bulog, distributor pangan lokal, dan perguruan tinggi menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulbar," jelasnya.

Sementara Dewi, salah seorang warga Desa Sumare Kabupaten Mamuju mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan GPM di wilayah pedesaan.

Menurutnya, kehadiran pasar murah di daerahnya memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan pokok, tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk bepergian ke Kota Mamuju.

"Kami bersyukur gerakan pangan murah ini dilaksanakan di desa kami, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke Kota Mamuju untuk membeli kebutuhan pokok Selain lebih dekat, harganya juga lebih murah dibandingkan di pasaran," kata Dewi.

KKN-PPM UGM Manapak adalah salah satu unit penempatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) periode II tahun 2026 yang berlokasi di Kabupaten Mamuju, mencakup wilayah pengabdian di Desa Sumare dan Desa Tapandullu.

Baca juga: Sultra gelar Pasar Rakyat guna bantu warga dapatkan sembako murah

Baca juga: Ribuan masyarakat serbu pasar murah yang dibuka Mendagri di Kendari

Baca juga: Sigi sudah salurkan 10.152 paket pangan murah

Pewarta: Amirullah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |