Bappenas pastikan tiap K/L yang tangani El Nino bisa bekerja optimum

1 day ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan kementeriannya memastikan setiap kementerian/lembaga (K/L) yang menangani persoalan El Nino bisa bekerja dengan optimum.

“Kami dari Bappenas ingin memastikan bahwa setiap institusi, kementerian, lembaga, khususnya yang berkaitan dengan persoalan El Nino ini bisa bekerja dengan optimum,” katanya usai mengikuti Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.

Untuk masalah El Nino, ia menekankan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi ujung tombak untuk mengatasi persoalan tersebut.

Dalam hal ini, ia mengatakan Bappenas disebut hendak memastikan bahwa Kepala BMKG beserta jajarannya sudah benar-benar siap mengantisipasi dan mengelola risiko fenomena El Nino.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis prediktif dari BMKG, Indonesia diramalkan berpotensi menghadapi fenomena EL Nino kategori kuat pada semester II-2026 dengan curah hujan ekstrem rendah, yaitu di bawah 20 milimeter per bulan di sebagian wilayah.

Tanpa antisipasi dini, risiko kerugian ekonomi nasional akibat perubahan iklim pada pada sektor-sektor prioritas diperkirakan dapat mencapai lebih dari Rp2 kuadriliun, termasuk diperkuat dengan fenomena El Nino.

Karena itu, Bappenas bersama K/L lainnya menyusun empat klaster pembangunan utama. Pertama ialah klaster hutan, lahan, dan pertanian, yang terdapat potensi penurunan curah hujan dengan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di sektor pertanian, kekeringan mengancam produktivitas pangan, khususnya padi dan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan kopi. Karena itu, perlu disiapkan penguatan operasi pemadaman dan modifikasi cuaca, aktivasi sumur bor, penyaluran benih tahan kekeringan, perbaikan irigasi, serta perlindungan pertanian melalui asuransi pertanian.

Di sisi lain, kondisi itu juga disebut dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi budidaya tanaman musim kering seperti palawija, tebu, dan beberapa jenis holtikultura.

Kedua, dalam klaster energi dan sumber daya air, kekeringan berkepanjangan dinilai berpotensi menurunkan tabungan air dan debit sungai yang berdampak pada ketersediaan air baku, serta operasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Respons yang disiapkan dapat mencakup pengerukan dan pemeliharaan infrastruktur tabungan air, konservasi daerah aliran sungai, dan operasi modifikasi cuaca.

Ketiga, dalam klaster kesehatan, suhu tinggi dan perubahan kelembaban dikatakan bisa menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya vektor penyakit seperti dengue dan malaria. Atmosfer yang kering juga dapat menyebabkan risiko gangguan pernafasan.

Karena itu, strategi pencegahan dalam sektor kesehatan difokuskan pada penguatan surveillance penyakit sensitif iklim, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, jaminan pasokan air bersih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), dan komunikasi risiko kepada masyarakat.

Terakhir, di klaster pangan akuatik, penguatan El Nino dapat memicu fenomena upwelling yang membawa nutrisi ke permukaan air, sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan ikan pelagis seperti cakalang, tuna, dan tongkol, serta mendukung produksi garam nasional. Namun, budidaya air tawar dan rumput laut juga akan terdampak akibat perubahan suhu dan kualitas perairan.

Beberapa strategi mitigasi yang dapat dilaksanakan mencakup penyusunan kalender produksi, pemanfaatan data oseanografi, dan pendampingan teknologi budidaya yang efektif.

“Kami melihat ini sebagai satu siklus yang perlu direspons dengan kesiapsiagaan yang lebih baik dan konsolidasi yang lebih baik, melihat dari amanat dari RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sendiri dalam Asta Cita 8 khusus bagaimana kita bisa meningkatkan ketahanan Indonesia dalam kebencanaan maupun dalam perubahan iklim,” kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A A Teguh.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |