Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat kontribusi melalui kajian berbasis riset yang dapat memperkaya rekomendasi kebijakan pada berbagai isu strategis nasional.
Hal tersebut diungkapkan Mendiktisaintek Brian menanggapi kajian policy brief bertajuk "Transformasi Kebijakan Strategis Nasional untuk Ketahanan, Kemakmuran, dan Daya Saing Perekonomian Indonesia" yang dipaparkan oleh Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI).
"Analisis-analisis terhadap makroekonomi, kami juga banyak berharap teman-teman di AFEBI bisa melakukan diskursus-diskursus bagaimana kita membangkitkan economic growth," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Mendiktisaintek dorong kampus buat inovasi berdampak bagi masyarakat
Mendiktisaintek Brian menilai kepakaran akademik memiliki peran penting dalam menghadirkan perspektif yang mendukung proses perumusan kebijakan.
Oleh karena itu ia mendorong agar kajian yang disusun perguruan tinggi dikembangkan secara lebih fokus dan tematik, sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih mendalam, aplikatif, dan relevan terhadap isu-isu yang menjadi prioritas pembangunan nasional.
Sementara Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Aurik Gustomo menyampaikan penyusunan policy brief tersebut merupakan bentuk kontribusi akademik AFEBI dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui rekomendasi kebijakan yang disusun berdasarkan hasil kajian para akademisi dari berbagai fakultas ekonomi dan bisnis di Indonesia.
Baca juga: Mendiktisaintek: Riset kampus perlu disesuaikan dengan kebutuhan daerah
"Kami ingin setiap topik ini diperdalam. Kami akan melibatkan berbagai Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia sehingga kajian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap program-program strategis nasional," ujar Aurik Gustomo.
Diketahui, kajian yang dilakukan AFEBI tersebut memuat sembilan policy brief yang membahas berbagai isu strategis, meliputi hilirisasi, transisi energi, transformasi dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan ekosistem halal, kewirausahaan UMKM dalam hilirisasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembiayaan sosial nasional, serta mitigasi bencana.
Kajian tersebut disusun secara kolaboratif oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi anggota AFEBI. Kajian memuat analisis, identifikasi tantangan, serta rekomendasi kebijakan pada sembilan isu prioritas nasional sebagai bahan pengayaan perspektif dalam proses penyusunan kebijakan.
Baca juga: Menko Yusril: "Policy brief" harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































