Jakarta (ANTARA) - PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) terus memperkuat strategi Zero Down Time untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumen maupun calon konsumen mereka di Tanah Air.
“Melalui strategi ini, Fuso berupaya memastikan setiap kendaraan pelanggan selalu siap beroperasi dan mampu menunjang pertumbuhan bisnis secara optimal di seluruh Indonesia,” kata Sales & Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Mitsubishi Fuso melihat respons konsumen bahwa layanan purnajual bukan sekadar kebutuhan pendukung namun menjadi kebutuhan utama dalam operasional bisnis konsumen.
Dengan meminimalkan waktu operasional yang terbuang (downtime), Mitsubishi Fuso optimistis dapat memberikan keunggulan kompetitif yang kuat sekaligus mengukuhkan posisi sebagai merek nomor satu dalam efisiensi layanan kendaraan niaga.
“Di tahun 2026 ini, kami menyiapkan berbagai gebrakan baru yang dirancang khusus untuk memberikan keuntungan maksimal bagi konsumen,” ujar dia.
Baca juga: KTB Fuso perluas jaringan di Bandar Lampung
Dalam hal ini, Fuso juga akan senantiasa meningkatkan layanan purnajual yang dapat menjadi teman bagi seluruh konsumen pada saat mereka membutuhkan.
Layanan tersebut tercermin melalui hadirnya operasional Bengkel Siaga 24 Jam dan Mobile Wokrshop Service, serta digitalisasi Runner Telematics dan MyFUSO app.
Komitmen ini juga sejalan dengan capaian Fuso sepanjang 55 tahun. Di mana perusahaan berhasil memiliki posisi sebagai market leader No.1 sebagai kendaraan niaga di Indonesia selama 55 tahun berturut-turut.
Pada tahun lalu, Fuso melalui catatannya menjelaskan bahwa pihaknya berhasil meraih market share hampir 40 persen, capaian ini semakin menunjukkan kepercayaan konsumen yang terus menguat.
Kendaraan niaga yang menjadi primadona adalah Fuso Canter. Kendaraan yang masuk ke dalam segmen Light Duty Truck (LDT) ini meriah perangkat pertama menjadi buruan konsumen bisnis di Indonesia.
Bahkan berdasarkan data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), kendaraan ini masih bertengger di top 10 besar untuk segmen kendaraan LDT dengan market share mencapai 55,1 persen atau naik 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Kami tidak hanya sekadar menjual kendaraan, tetapi memastikan setiap unit menjadi solusi bisnis yang andal dengan dukungan layanan purna jual yang lebih efektif dan terintegrasi,” kata Aji Jaya.
Baca juga: Cara Fuso Indonesia jaga pelayanan terbaik untuk konsumen
Baca juga: Fuso pertanyakan lolosnya kendaraan niaga yang berstatus Euro 2 di RI
Baca juga: Wujud komitmen Fuso dalam industri transportasi di Indonesia
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































