Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang membutuhkan bantuan berupa alat dan obat fogging untuk menangani peningkatan populasi nyamuk pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
“Obat fogging itu dalam kurun waktu dua minggu ini akan habis. Jadi kami sudah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang Mustakim ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.
Ia berharap surat yang dikirim segera mendapatkan respons positif, sehingga 15 puskesmas yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang dapat segera melaksanakan fogging.
Selain obat fogging, Mustakim juga menyampaikan membutuhkan alat fogging sebab seluruh alat fogging milik Dinkes Aceh Tamiang rusak akibat banjir. Pada Desember pascabanjir bandang, tutur Mustakim, Kementerian Kesehatan sudah memberi bantuan sebanyak dua unit alat fogging.
Akan tetapi, dua alat fogging tidak cukup untuk mengatasi permasalahan meningkatnya populasi nyamuk pascabanjir di 216 desa Aceh Tamiang.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Mustakim mengungkapkan berkolaborasi dengan dinas kesehatan yang berlokasi di sekitar Kabupaten Aceh Tamiang untuk melaksanakan fogging.
“Ini menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan berkomitmen melakukan upaya penekanan angka populasi nyamuk pada masa tanggap darurat banjir,” kata Mustakim.
Untuk memaksimalkan upaya tersebut, Mustakim meminta tambahan 14 unit alat fogging, satu akan digunakan oleh Dinas Kesehatan dan 13 unit lainnya akan disebar ke puskesmas-puskesmas yang berlokasi di Aceh Tamiang.
Saat ini, dua puskesmas sudah menggunakan dua alat fogging yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan pada Desember lalu.
Ia kembali menekankan bahwa permintaan tersebut akan membantu Dinkes Aceh Tamiang mengendalikan peningkatan populasi nyamuk pascabanjir. Terlebih, sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, tercatat terdapat 11 suspect atau terduga pasien demam berdarah.
“Populasi nyamuk yang ada di titik pengungsi yang berada di 35 titik pengungsi yang terdaftar di BPBD itu sudah sangat drastis (peningkatannya),” ujar dia.
Peningkatan populasi nyamuk yang masif terjadi pascabanjir merupakan salah satu permasalahan yang disorot oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn) Armia Pahmi.
Selaras dengan perintah Bupati, lanjut Mustakim, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang melakukan koordinasi lanjutan lintas sektoral. Mustakim juga mengimbau kepada masyarakat Aceh Tamiang, khususnya yang berada di titik pengungsian, untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik.
“Dengan cara, apabila ada sampah, masukkan ke dalam plastik dan diletakkan. Jadi, tidak terurai,” kata Mustakim.
Edukasi kepada masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dirasa perlu oleh Mustakim, sebab tanpa adanya pengelolaan sampah, populasi nyamuk akan terus meningkat meski telah dilakukan pengasapan maupun penyebaran abate.
“Upaya pengasapan atau fogging beserta pemberian abate akan lebih optimal bila mana diikuti dengan pengelolaan sampah secara rutin,” katanya.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































