Mendag: Diplomasi Prabowo percepat perjanjian dagang strategis

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan diplomasi Presiden Prabowo Subianto di kancah internasional telah mempercepat penyelesaian sejumlah kesepakatan dagang strategis.

Menurutnya, diplomasi tersebut menjadi faktor kunci percepatan berbagai perjanjian dagang, termasuk dengan Amerika Serikat, yang diyakini akan mendongkrak ekspor nasional.

"Pak Presiden Prabowo ini kan memang diplomasinya bagus ya, diplomasi di kancah internasional itu bagus. Jadi banyak perjanjian dagang ini cepat selesai, ya karena Beliau," ujar Budi ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat.

Budi menyebutkan diplomasi Presiden Prabowo telah membawa Indonesia mendapat tarif timbal balik sebesar 19 persen dengan Amerika Serikat, di mana kesepakatan ini baru saja ditandatangani di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2) waktu setempat.

Selain itu, Indonesia juga telah merampungkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Kanada CEPA, serta Indonesia-Eurasia Free Trade Agreement (FTA).

"I-EU CEPA cepat selesai akhirnya, setelah diplomasi Beliau bagus. I-Eurasia FTA, kemudian Indonesia-Kanada, dan yang terakhir ini, termasuk yang Amerika. Ini kan cepat dan hasilnya bagus sekali," kata Budi.

Menurut Budi, penyelesaian perjanjian dagang yang lebih cepat membuka dua peluang besar bagi Indonesia, yakni menarik investasi asing langsung dan meningkatkan ekspor melalui perluasan akses pasar.

Ia menambahkan, dengan semakin banyaknya perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, maka pasar ekspor menjadi luas dan kompetitif.

"Kalau misalnya mereka investasi dan mempunyai atau memproduksi barang-barang yang kompetitif ya, barang-barang manufaktur terutama, ekspor kita akan cepat meningkat," imbuhnya.

Baca juga: Seskab: Prabowo dan Trump sepakati perdagangan timbal balik

Baca juga: Apindo: Perjanjian dagang perkuat posisi RI dalam rantai nilai global

Baca juga: Indonesia tolak beli drone AS dalam perjanjian perdagangan

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |