Yogyakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) RI Mayjen TNI Priyanto menyatakan bahwa budaya menjadi salah satu elemen dari ketahanan nasional, sehingga kemurniannya harus selalu dijaga.
Priyanto saat kunjungan Kuliah Kerja dalam Negeri FMP Unhan di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, mengatakan DIY dipilih sebagai tujuan kunjungan, karena menjadi salah satu daerah yang menurut pandangannya masih murni menjaga budaya daerahnya.
Baca juga: Lemhannas: Percepatan pertumbuhan ekonomi perkuat ketahanan nasional
"Budaya adalah salah satu elemen dari ketahanan nasional, selain ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (Ipoleksoshankam). Kami juga melihat DIY sebagai daerah yang SDM-nya unggul di negeri kita," katanya.
Menurut dia, kegiatan dengan tema Penguatan Ketahanan Nasional melalui Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Daerah Ekonomi dan Pertahanan di DIY, ini relevan dengan kondisi geopolitik dan geostrategi Indonesia, baik di lingkup global maupun regional.
Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa FMP Unhan RI dapat belajar lebih banyak menyerap ilmu terkait pengelolaan sumber daya yang dilakukan DIY guna memperkuat ketahanan nasional.
"Selain itu, mengetahui secara langsung bagaimana aspek pertahanan dijadikan dasar pengembangan pariwisata, ekonomi, sumber daya daerah, pengembangan mineral dan energi, serta modal untuk selalu siap menghadapi ancaman," katanya.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan pembangunan DIY bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian kebudayaan, tata kelola pemerintahan yang adaptif, serta pembangunan yang berkelanjutan.
"Karenanya, daerah juga merupakan simpul strategis dalam sistem ketahanan nasional," katanya.
Dia mengatakan keistimewaan DIY merupakan modal strategis dalam pembangunan.
"Keistimewaan bukanlah sebuah privilege administratif semata, melainkan instrumen konstitusional untuk menjaga kesinambungan nilai, budaya, dan tata kelola pemerintahan yang berakar pada sejarah sekaligus relevan terhadap tantangan masa depan," katanya.
Baca juga: Lemhannas: HUT ke-61 momen perkuat ketahanan nasional untuk Astacita
Baca juga: Pangkogabwilhan: Temuan ladang ganja di Papua ancam ketahanan nasional
Dia mengatakan kewenangan keistimewaan di bidang kebudayaan, kelembagaan, pertanahan, dan tata ruang, memberikan ruang bagi DIY untuk membangun dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.
Sementara dalam konteks ketahanan nasional, lanjut dia, kebudayaan menjadi energi yang menjaga persatuan bangsa ketika menghadapi perubahan global yang semakin kompleks.
"Di sini lah nilai strategis keistimewaan hadir sebagai modal sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, memperkukuh identitas nasional, sekaligus memperluas daya saing daerah," katanya.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































